Kalo kemarin saya iseng posting soal kawat gigi Meutya Hafid, sekarang saya mau posting soal kawat gigi yang dipakai oleh Prita Laura. Prita Laura sudah memakai kawat gigi jauh sebelum Meutya Hafid. dia sudah memakainya sekitar tahun 2007an jaman dia bawain acara "archipelago" di Metro Tipi.
Sebenarnya agak kecewa ketika pertama kali liat dia pake kawat gigi. Mungkin kata orang giginya agak ke depan. Tapi bagiku senyumnya manis-manis aja, no problemo senorita... ini fotonya waktu masih belum pakai kawat gigi :
dengan mata yang besar, senyumnya yang lebar dan suara yang renyah, acara jalan-jalan yang biasanya membosankan jadi menyenangkan (asli.. aku ga suka acara jalan2 kecuali yang dibawain sama Riyani Djangkaru, Prita Laura dan Pepi). dulu ketika bawain Archipelago, Prita laura seolah menyatu dengan objek yang diliput. ga seperti acara jalan-jalan ato traveling lainnya dimana hostnya ga lebih dari turis perusak dan sok kaya. itu yang membuat aku suka dengan presenter yang satu ini.
Mungkin karena aku menyukai senyumnya, aku merasa aura alaminya hilang semenjak dia memakai kawat gigi. Tiba-tiba saja, Archipelago menjadi biasa kembali, dan sampai sekarang tak ku tonton lagi. langsung saja, ini prita setelah pake kawat gigi
bagaimanapun dia tetap Prita yang aku suka. Tadi pagi dia bawain berita pagi di Metro tipi. Gaya dan suaranya masih seperti dulu. hanya satu yang hilang, senyumnya yang alami.
untuk anda yang ngefans dengan pembawa berita (prita misalnya), silahkan berkunjung ke blog inih:
http://newsanchoradmirer.wordpress.com
Blog ini tentang lifehacks alias hal-hal yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Penulis bisa dihubungi firmansyafei@gmail.com atau syafei_firman@yahoo.com
Minggu, 10 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
MALINDA DEE DAN PLASTIK BASKOM
Terus terang nama Malinda dee membuat saya ngeri. Saya tidak berbicara soal kasus yang dituduhkan kepadanya. Apakah dia memang menguras isi rekening kliennya atau tidak, biarlah pengadilan yang membuktikan. Kengerian yang saya rasakan berasal dari hal lain yang ada pada diri Malinda Dee. Hal yang menurutku seharusnya tidak ada.
Semenjak kasusnya mencuat, marak orang memberikan label untuk Malinda dee. Mulai dari “pembobol bank cantik”, “pencuri sexy”, “penipu cantik” dan lain sebagainya. Seolah-olah karena cantik dan sexy maka semua kejahatannya (jika memang terbukti) bisa di”maklumi”. Tapi maaf saja, itu tidak berlaku untukku. Bagiku, “keseksian” atau “kecantikan” Malinda dee justru memberikan aura yang tidak menyenangkan.
Mungkin karena penampilan fisiknya, banyak orang menilai bahwa si tersangka pembobol citibank ini sebagai wanita yang cantik dan seksi. Namun kesan yang kudapat justru sebaliknya. Semakin sering kulihat foto-fotonya di internet, makin jelas gurat-gurat perjuangan Malinda Dee untuk membohongi umur. Dari info yang kudapat Malinda Dee berumur sekitar 47 tahun, ada pula yang mengatakan 37 tahun. Namun jelas sekali bahwa Malinda dee tidak lagi berusia 20an.
Begitu juga dengan fisiknya secara keseluruhan. Jelas sekali terpancar aura penipuan dan membohongi diri sendiri. Seorang sahabat mengatakan bahwa tubuh Malinda dee melanggar seluruh aturan hukum alam dan perlu ada penyelidikan kandungan “zat non alami” di dalamnya. Sahabat yang lain sambil berkelakar mengatakan bahwa kandungan plastik di tubuh Malinda Dee mengalahkan kandungan plastik pada boneka Barbie. Memang tak jauh jauh kawan, aku curiga bahwa Abah Silikon telah turun tangan.
Aku tak bermaksud menjustifikasi perilaku Malinda Dee. Apapun bentuknya, selama tidak merugikan orang lain, maka itu adalah hak pribadi dirinya. Aku hanya miris dengan kecenderungan dirinya untuk membohongi diri sendiri dengan harapan membohongi orang lain. yang muncul bukannya “grace from beauty” tapi justru “grave of beauty”. Sampai detik ini, tak seorangpun sahabat yang yakin bahwa penampilan Malinda Dee alami adanya. Mufakat justru tercapai untuk menentukan dimanakah abah silikon paling banyak bersemayam di tubuh Malinda Dee. Seorang sahabat dengan sinis mengatakan bahwa bisa jadi bukan silikon yang dipakai untuk mempermak tubuh Malinda Dee, taPi plastik baskom. Itulah satu satunya penjelasan mengapa “ukuran”nya tak berbeda jauh dengan baskom.
Untuk sahabat-sahabatku para wanita, ketahuilah. kami para pria memang suka dengan tubuh yang bagus. Tapi ukuran bagus itu relatif. Ada yang suka dengan yang tinggi, tapi banyak pula yang senang dengan wanita-wanita yang mungil. Ada yang selera dengan wanita kurus dan ramping, ada yang memilih wanita yang berisi. Dari sekian banyak hal hal yang relatif, ada satu hal yang pasti dan tidak akan pernah berubah. Semua laki laki menginginkan wanita yang alami, tidak dibuat buat. Menjadi cantik adalah anugerah para wanita, tapi bukan berarti dengan menjejalkan kepalsuan kepada sesuatu yang sebenarnya telah sempurna.
Sebagai penutup aku lampirkan foto Malinda Dee ketika remaja dan sekarang.
1. Waktu masih remaja
2. sekarang ketika sudah "berubah"
DAN INI ADALAH CANTIK YANG SESUNGGUHNYA....LADY DIANA..
biar udah tua, auranya makin keliatan
sayang Allah telah memanggil Lady Di...
Semenjak kasusnya mencuat, marak orang memberikan label untuk Malinda dee. Mulai dari “pembobol bank cantik”, “pencuri sexy”, “penipu cantik” dan lain sebagainya. Seolah-olah karena cantik dan sexy maka semua kejahatannya (jika memang terbukti) bisa di”maklumi”. Tapi maaf saja, itu tidak berlaku untukku. Bagiku, “keseksian” atau “kecantikan” Malinda dee justru memberikan aura yang tidak menyenangkan.
Mungkin karena penampilan fisiknya, banyak orang menilai bahwa si tersangka pembobol citibank ini sebagai wanita yang cantik dan seksi. Namun kesan yang kudapat justru sebaliknya. Semakin sering kulihat foto-fotonya di internet, makin jelas gurat-gurat perjuangan Malinda Dee untuk membohongi umur. Dari info yang kudapat Malinda Dee berumur sekitar 47 tahun, ada pula yang mengatakan 37 tahun. Namun jelas sekali bahwa Malinda dee tidak lagi berusia 20an.
Begitu juga dengan fisiknya secara keseluruhan. Jelas sekali terpancar aura penipuan dan membohongi diri sendiri. Seorang sahabat mengatakan bahwa tubuh Malinda dee melanggar seluruh aturan hukum alam dan perlu ada penyelidikan kandungan “zat non alami” di dalamnya. Sahabat yang lain sambil berkelakar mengatakan bahwa kandungan plastik di tubuh Malinda Dee mengalahkan kandungan plastik pada boneka Barbie. Memang tak jauh jauh kawan, aku curiga bahwa Abah Silikon telah turun tangan.
Aku tak bermaksud menjustifikasi perilaku Malinda Dee. Apapun bentuknya, selama tidak merugikan orang lain, maka itu adalah hak pribadi dirinya. Aku hanya miris dengan kecenderungan dirinya untuk membohongi diri sendiri dengan harapan membohongi orang lain. yang muncul bukannya “grace from beauty” tapi justru “grave of beauty”. Sampai detik ini, tak seorangpun sahabat yang yakin bahwa penampilan Malinda Dee alami adanya. Mufakat justru tercapai untuk menentukan dimanakah abah silikon paling banyak bersemayam di tubuh Malinda Dee. Seorang sahabat dengan sinis mengatakan bahwa bisa jadi bukan silikon yang dipakai untuk mempermak tubuh Malinda Dee, taPi plastik baskom. Itulah satu satunya penjelasan mengapa “ukuran”nya tak berbeda jauh dengan baskom.
Untuk sahabat-sahabatku para wanita, ketahuilah. kami para pria memang suka dengan tubuh yang bagus. Tapi ukuran bagus itu relatif. Ada yang suka dengan yang tinggi, tapi banyak pula yang senang dengan wanita-wanita yang mungil. Ada yang selera dengan wanita kurus dan ramping, ada yang memilih wanita yang berisi. Dari sekian banyak hal hal yang relatif, ada satu hal yang pasti dan tidak akan pernah berubah. Semua laki laki menginginkan wanita yang alami, tidak dibuat buat. Menjadi cantik adalah anugerah para wanita, tapi bukan berarti dengan menjejalkan kepalsuan kepada sesuatu yang sebenarnya telah sempurna.
Sebagai penutup aku lampirkan foto Malinda Dee ketika remaja dan sekarang.
1. Waktu masih remaja
2. sekarang ketika sudah "berubah"
DAN INI ADALAH CANTIK YANG SESUNGGUHNYA....LADY DIANA..
biar udah tua, auranya makin keliatan
sayang Allah telah memanggil Lady Di...
Jumat, 08 April 2011
MEUTYA HAFID DAN KAWAT GIGI
Tadi aku menonton diskusi di metro TV soal rekomendasi DPR tentang kasus citibank. Kebetulan narasumbernya mantan anchor (yang baca berita) metro TV yang sekarang jadi anggota DPR dari fraksi Golkar : Meutia Hafid. Aku gak begitu perhatiin diskusinya, yang menarik perhatianku justru perubahan penampilan Meutia : Kawat gigi. Ya, sekarang anggota DPR ini memakai kawat gigi. Seperti wanita sadar mode lainnya, dia tak memakai sembarang kawat gigi, dia memilih kawat gigi berwarna. Awalnya ga yakin kalo dia pake kawat gigi (karena aku yakin giginya sudah bagus). Tapi setelah minta petunjuk ke Abah Google, saya berhasil mendapatkan foto bukti bahwa dia memang pakai kawat gigi. Tadi waktu diskusi warnanya hijau, tapi pas minta arahan lagi ke abah google. Aku ga ketemu foto yang jelas. Lagipula seperti kata temenku, warnanya memang bisa diganti ganti. Langsung ajah, ini foto-foto meutia hafid sebelum dan sesudah memakai kawat gigi hasil diskusi dengan abah google :
1. Waktu kerjanya masih bacain berita
2. Waktu jadi caleg
3. Ini waktu masuk iklan kampanye golkar
4. Nah ini waktu udah jadi anggota DPR
1. Waktu kerjanya masih bacain berita
2. Waktu jadi caleg
3. Ini waktu masuk iklan kampanye golkar
4. Nah ini waktu udah jadi anggota DPR
Kamis, 31 Maret 2011
Seminar Entrepreneurship ! Ikut ga ya?
Sering kita dengar pendapat bahwa jalan menuju kekayaan dan kesuksesan adalah dengan menjadi wirausaha. Pendapat itu menyatakan bahwa dengan menjadi wirausaha, kita akan mencapai apa yang disebut kebebasan finansial. Yaitu sebuah kondisi dimana “uang bekerja untuk kita, dan bukan sebaliknya”. Seringkali istilah kebebasan financial digambarkan bahwa seseorang dapat duduk santai tanpa harus bekerja apa-apa tapi tetap menerima aliran uang!!!
Seolah wirausaha merupakan kata sakti dimana semua masalah akan selesai dengannya, maka hampir setiap hari ada saja seminar atau pelatihan yang bertema “menjadi pengusaha sukses”. Jargonnya pun bermacam-macam tapi sebenarnya serupa. Yang satu bertema “Cara Gila Menjadi Pengusaha”, yang lain mengklaim sebagai raja “financial revolution”, tetangganya mengaku punya “golden ways”, sebelahnya memprovokasi agar “berhenti sekolah jika ingin kaya”. Jika dulu digunakan istilah pelatih, sekarang itu tidak berlaku lagi. Karena demi alasan komersial, maka istilah pelatih diganti menjadi fasilitator, coach, trainer, motivator, navigator, master dan gelar sejenis lainnya.
Dari sekian banyak seminar dan pelatihan yang saya pernah ikuti, saya bisa simpulkan tiga hal. Pertama, semuanya bertujuan untuk membantu anda memperbaiki diri. kedua, beberapa menawarkan peluang bisnis (contohnya MLM atau frenchise). Ketiga, banyak pengisi acaranya meski mengaku sukses sebagai pengusaha, sebenarnya bisnis pelatihan itulah bisnis utamanya. Beberapa kali, saya pernah jadi panitia sebuah acara training. Si trainer mengklaim dirinya pengusaha dan punya bisnis di sana sini. Bahkan dia mengaku ketua asosiasi pengusaha ini dan itu. Lama kelamaan saya faham bahwa itu semuanya bisnis dia yang lama dan sedang mandek. Soal ketua asosiasi? Ternyata anggotanya hanya hitungan jari.
Beberapa dari anda pasti bertanya apakah salah punya bisnis training? Tentu tidak, itu bisnis yang baik, sah dan tidak melawan hukum. Jadi jika anda kebetulan seorang trainer, saya tegaskan bahwa itu bukanlah bisnis yang buruk, selama anda jujur dan tidak mengaku-ngaku. Saya hanya ingin menunjukan agar orang tidak gampang terbuai dengan klaim-klaim dari beberapa trainer yang saya nilai berlebihan. Saya pribadi pernah bekerja di suatu lembaga training. Selama bekerja disana, kami tidak pernah membuat klaim yang memang tidak ada buktinya.
Apakah mengikuti pelatihan dan seminar seperti itu bermanfaat? Saya kira ya. Anda perlu sekali-kali hadir didalamnya. Tapi jangan berharap terlalu banyak, karena what you see and hear mostly is what you get. Banyak sahabat kecewa karena mereka berfikir dengan rajin-rajin ikut pelatihan dan seminar, hidup mereka akan secara ajaib berubah. Salah besar.
Seminar dan pelatihan, apakah itu motivasi, wirausaha, finansial atau lainnya, hanya membantu anda untuk merubah cara pandang dan sikap mental. Ibarat api, semangat membara yang anda rasakan begitu keluar dari forum pelatihan hanya bertahan lama jika “bahan bakar” dalam jiwa anda memang banyak. Artinya, bukan salah trainernya, tapi salah mental kita yang memang gampang loyo.
Kedua, kegagalan sering terjadi karena tidak konsisten menjalankan materi pelatihan. Katakanlah anda mengikuti seminar wirausaha. Pastilah anda diajarkan untuk tidak berhenti berusaha, sekarang tanyakan pada diri anda sendiri, benarkah kita konsisten untuk berusaha terus? Atau ketika diminta untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, jangan-jangan kita manja dengan terus memakan kas bisnis untuk kepentingan konsumtif.
Ketiga, kita sering terjebak dalam ilusi sosok. Bahwa kita ikut pelatihan hanya karena sosoknya bukan substansinya. Saya punya teori bahwa saat ini, trainer tak ubahnya selebritis sehingga komunikasi antara peserta pelatihan dan trainernya tak berbeda ketika artis ketemu fans. Mungkin si trainer tidak berubah, tapi para peserta tidak lagi melihat dirinya sebagai trainer biasa, tapi artis!
Lebih gawat lagi, ada ilusi lain yang seolah sengaja disebarkan. Yaitu ilusi bahwa sosok trainer adalah manusia sempurna yang diturunkan dari langit untuk menjawab segala permasalahan manusia. Saya faham bahwa seorang trainer harus tampil sempurna. Sekali gagal menjawab pertanyaan peserta, maka tamatlah karirnya. Tapi coba lihat brosur, buku, atau publikasi lain tentang acara pelatihan seperti ini. Seringkali sosok trainer digambarkan terlalu berlebihan yang ujung-ujungnya akan mengecewakan peserta. “aaah kalo begini aja, gua juga bisa… nyesel deh”, tak asing dengan keluhan seperti ini? Saya tidak kaget.
Untuk anda yang ingin menjadi seorang wirausaha dan berniat mengikuti training “jadi pengusaha”, saya mendukung sepenuhnya. Tapi harap ingat, sedahsyat apapun acaranya tetap saja sifatnya training alias latihan. Ibarat belajar nyetir, tentu kita tidak langsung bisa. Harus belajar teori dulu, belajar aturan dulu. Begitu juga dengan training. Apapun namanya, siapapun trainernya, sebenarnya tak beda dengan masuk ke ruang kelas dan belajar. Akan lebih baik jika memang diniatkan untuk mencari ilmu dan mencoba merubah pola pikir, bukan untuk mencari jalan cepat menuju sukses. Maaf saudara, mencari kekayaan dengan ilmu hitam pun perlu proses. Siapa bilang punya tuyul tidak pake biaya dan usaha? Jika di perjalanan anda mengalami kegagalan, jangan salahkan trainernya. Karena memang bukan tanggung jawabnya.
Terakhir, saya sarankan agar anda melupakan mimpi soal kebebasan financial. Tak ada ceritanya bahwa suatu saat kita bisa tetap duduk santai dan uang akan terus masuk begitu saja. Coba baca kisah-kisah orang-orang terkaya dunia. Bahkan dengan kekayaan begitu besarpun mereka masih tetap bekerja. Para investor terkaya dunia masih harus tetap terjun mengawasi dana yang mereka investasikan. Karena jika tidak, mereka akan dilibas oleh persaingan bisnis. Lupakan juga soal pelihara tuyul, saya tidak pernah dengar ada orang jadi milyuner karena bisnis tuyul.
Rabu, 30 Maret 2011
REVIEW LARIS MANIS JUAL BELI LEWAT KASKUS
Hari gini memang perlu kreatif. Segala sesuatu pasti berubah, dan hanya dengan berubah kita akan bertahan. Begitu juga dengan berbisnis. Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama jika masih ingin tetap punya gelar “juragan”. Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi sekedar bangun toko, pajang barang dagangan, sebar iklan atau brosur dan berharap pelanggan datang.
Di era dimana bocah-bocah SD sudah menjelajah facebook dan twitter, maka sudah saatnya memanfaatkan media internet untuk memasarkan bisnis kita. Salah satunya adalah melalui situs jualbeli. Situs seperti ini sangat menguntungkan karena penjual tidak perlu repot-repot mengelola toko dan menyewa pegawai. Di sisi lain, Pembeli memiliki pillihan informasi lebih banyak sehingga memudahkan untuk menentukan pilihannya.
Saat ini, situs jual beli online terbesar di Indonesia adalah kaskus. Tercatat, Kaskus memiliki 2.763.814 anggota (termasuk saya), dan ratusan juta postingan iklan. Tidak sekedar kumpulan iklan, Kaskus juga merupakan sebuah komunitas yang memiliki keunikan sendiri. Kata-kata seperti “pertamax”, “agan/gan/Juragan”, “menuju TKP”, “copas”, “repost”, “cendol” atau “bata merah” adalah khas komunitas Kaskus yang akhirnya terpaksa diikuti oleh forum lain. Sebenarnya selain kaskus, masih banyak situs sejenis seperti indonetwork.com, berniaga.com, tokobagus.com, atau jual-beli.com. Namun tidak seperti kaskus yang memiliki aura “pasar lapak” yang kental dengan nuansa keakraban, banyak situs jual beli lain yang tak lebih dari kumpulan iklan yang dingin dan kaku.
Untuk anda-anda yang newbie…, maka seorang Kaskuser senior (begitu dia menyebut dirinya) telah menulis sebuah buku untuk memandu para pemula berjual beli di Kaskus. Buku ini berjudul “Laris Manis Jual Beli lewat Kaskus”. Buku ini ditulis oleh Sisti Handayani dan diterbitkan oleh Penerbit Mediakom. Buku ini cukup tipis (hanya 96 hal) dan diterbitkan pada tahun 2010.
Meski cukup tipis, buku ini sangat informatif dan menjelaskan kepada setiap pembaca bagaimana menggunakan fitur-fitur kaskus termasuk aturan-aturan jual beli dan norma-norma yang berlaku dalam komunitas kaskus. Beberapa poin yang dijelaskan dalam buku antara lain (1) Keuntungan bergabung dalam Kaskus, (2) cara membuat lapak baru, (3) cara tepat mengelola dan mempromosikan lapak dagangan, (4) metode pembayaran jual beli, (5) menggunakan RekBer (rekening bersama), (6) tips mencari produk di Kaskus, dan (7) tips transaksi online yang aman.
Buku ini sangat baik untuk para pemula (termasuk saya) untuk mengetahui seluk beluk “pasar lapak” Kaskus. Karena meskipun online, berjualan di kaskus perlu trik trik tersendiri. Tahukah anda bahwa salah satu cara mencegah postingan baru menutupi postingan lapak anda adalah dengan “disundul”? atau bahwa fitur “spoiler” bisa digunakan sebagai etalase firtual dagangan anda? untuk anda yang hendak berjualan di Kaskus, saya merekomendasikan buku ini sebagai salah satu pilihan referensi.
Pada dasarnya berjualan di kaskus hanya meminimalisir biaya dan memperbesar jangkauan pemasaran (menjadi sangat besar). Berhasil atau tidaknya jualan anda berpulang kembali pada kerja keras dan kesungguhan. Berikut adalah berapa tips agar bisa sukses berjualan di Kaskus yang dibagikan dalam buku ini:
1. Berikan deskripsi produk/jasa sejelas mungkin, seperti ukuran, material, warna, berat, kondisi dan lain-lain.
2. Ada pilihan penggunaan rekening bersama FJB untuk keamanan.
3. Jaga reputasi anda dengan baik yaitu :
a. Jaga mutu barang/jasa yang ditawarkan
b. Selalu mengikuti perjanjian transaksi yang telah disetujui dengan pembeli
c. Jaga kepuasan pelanggan dan tawarkan pembeli yang puas untuk memberikan testimonial
4. Pilihlah judul postingan/thread yang singkat dan mewakili produk yang anda jual. Jangan sekali-kali memakai singkatan.
5. Untuk menambah kepercayaan pembeli, anda dapat membuat avatar seller, yaitu avatar khusus dimana untuk mendapatkannya harus mengisi beberapa data pribadi, seperti nama, ID kaskus, alamat, nomor telepon/HP, email, dan lampiran foto KTP beserta buku tabungan.
6. Usahakan untuk komunikatif yaitu selalu menjawab semua pertanyaan pelanggan (ini pengalaman pribadi setelah ketemu seller yang ga niat jualan)
Selain untuk penjual, buku ini juga memberikan tips berbelanja di kaskus. Bagaimanapun dunia ini ga semuanya orang baik bukan? Berikut adalah tips berbelanja yang aman di kaskus :
1. Teliti sebelum membeli, periksa terlebih dahulu si penjual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Cari semua postingan si penjual, pastikan tidak ada satupun thread si penjual berada dalam sub forum blacklist (kunjungi www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=270)
b. Lihat testimony dari para pembeli yang pernah bertransaksi dengan penjual tersebut.
c. Lihat reputasinya. Jangan bergantung pada label “ijo-ijo”.
d. Bertanya atau berkonsultasi dengan sesama kaskuser
e. Lihat pada akhir thread, siapa tahu dulunya baik sekarang mulai “nakal”.
2. Jangan pernah memberikan informasi seperti nomor rekening, aku paypal dan informasi financial lainnya
3. Selalu untuk menukar barang langsung di depan muka. Jika anda mengikuti peraturan ini, maka kemungkinan besar akan selamat dari penipuan. Jika bertransaksi langsung , harap membawa teman sebagai saksi atau untuk membantu mengecek barang. Dengan demikian usahakan selalu COD alias barang antar dulu baru uang.
4. JIka COD, periksa secara detil barang yang hendak dibeli, tanyakan kelebihan dan kekurangan dari barang tersebut, tanyakan juga bagaimana dengan layanan purna jual dan garansi (jika ada)
5. Jika tidak memungkinkan untuk COD, minta teman yang satu kota dengan penjual untuk memeriksa barang tersebut sebelum bertransaksi
6. Jangan pernah mengirim uang melalui Wire-transfer service
7. Jauhilah semua transaksi yang dilakukan dengan pengiriman barang. Hanya scammer yang akan menggaransi transaksi anda.
8. Kaskus tidak pernah mengikuti dan mengawasi atau turut campur atas adanya semua transaksi yang terjadi di forumnya. Kaskus juga tidak menangani pembayaran, garansi, transaksi, lelang dan seterusnya. Sehingga pembeli harus benar-benar berhati-hati ketika melakukan transaksi.
Sebagai kesimpulan, berjualan dan berbelanja di Kaskus memberikan kemudahan dan keuntungan tersendiri. khususnya untuk pembeli, berbelanja di kaskus memberikan kesempatan untuk mendapatkan barang/jasa dibawah harga pasar, karena para penjual otomatis tidak terbebani biaya sewa toko dan lain-lain. Namun demikian, tetap perlu berpegang pada prinsip kehati-hatian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Ngomong-ngomong, tahukah anda kalau kaskus itu singkatan dari kasak kusuk?
Sabtu, 26 Maret 2011
REVIEW FEMALE BRAIN
Kalau boleh jujur, tak satupun laki-laki baik sejati maupun setengah-setengah yang betul betul memahami isi kepala dan hati wanita. Andaipun ada yang mengklaim seperti itu, bisa dijamin bahwa pada dasarnya orang tersebut hanya membual saja. Aku masih ingat petuah bijak bahwa pada dasarnya para laki-laki cukuplah untuk berusaha mengerti, karena untuk bersusah payah memahami sama saja hendak menjangkau rembulan.
Berangkat dari ketidakmampuan tadi. Beredarlah banyak mitos di kalangan laki-laki perihal wanita. Entah membaca isi hatinya, entah mengetahui isi kepalanya, atau sekedar bagaimana merebut cintanya (yang terakhir ini paling banyak beredar). Demikian banyak mitos yang beredar, banyaklah pula laki-laki yang tertimpa sial sebagai korban ketidak akuratan mitos-mitos tersebut. Seorang teman saya nekad menjahili habis-habisan wanita pujaannya karena termakan mitos yang dia tonton di sinetron. Kalau tidak salah mitosnya seperti ini : bermula dari benci jadi cinta. Nasibnya perih nian, cinta tak jua hadir, yang hadir hanya pacar sang wanita, dan beberapa bogem di sana sini.
Aku secara pribadi meski berusaha untuk mengerti, lebih sering tidak bisa menjangkau bagaimana seorang wanita memandang dunianya. Jika dibuat daftar, maka banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan kepada para wanita dengan harapan mendapat jawaban jujur. Sebagai contoh, kenapa wanita memakai hak tinggi meski tahu menyakitkan dan merusak kulit? Mengapa para wanita berpegangan tangan ketika berjalan bersama? Padahal kami para laki-laki akan langsung dicap manusia homo kalau melakukan hal yang sama. Mengapa berupa keras meluruskan rambut, ketika rambut ikal atau bergelombang justru dianggap indah oleh banyak laki-laki? Mengapa naik berat badan meski cuma 3 kg merupakan mimpi buruk ? Mengapa memasang lensa kontak padahal lensa mata asli adalah jendela terindah di dunia ? Mengapa memasang kawat gigi padahal tidak ada yang perlu diluruskan ? kenapa begitu menggemari sinetron padahal aktingnya mengerikan, ceritanya sampah, dan isinya tak lebih dari kebohongan? Kenapa dan kenapa, daftarnya akan terus memanjang.
Untuk menjawab begitu banyak pertanyaan tadi, beberapa laki-laki secara diam-diam berlangganan majalah khusus perempuan (atau diam-diam membaca majalah adiknya). Beberapa laki-laki lain bergabung dengan geng perempuan dengan mengorbankan rasa hormat dari teman-temannya. Beberapa memacari begitu banyak wanita hanya untuk menemukan bahwa mereka tak mengerti apapun. Beberapa laki-laki putus asa pergi ke situs situs keramat mencari ilham. Dari sekian banyak upaya (yang seringkali konyol) mencapai pengertian tentang wanita, hanya satu yang konon sangat ampuh dan disarankan para arif bijaksana : menikahi salah satu dari mereka.
Oleh karena itu, meski tidak mungkin menjelaskan secara sepenuhnya, buku The Female Brain karangan Louann Brizendine setidaknya membantu kita untuk membuka selubung misteri tentang isi kepala para wanita. Terutama bagaimana para wanita melihat dunianya, dan proses pengambilan keputusannya. Tentu anda penasaran, kenapa isi kepala? Maksudnya isi hati? Bukan saudara, buku ini membahas isi kepala wanita ditinjau dari ilmu neuropsikiatri (saraf jiwa). Jadi jika anda berharap untuk mengetahui isi hati wanita, sebaiknya anda langsung bertanya pada yang bersangkutan.
Sebagaimana telah dijelaskan tadi, buku ini menganalis psikologi wanita dipandang dari ilmu syaraf. Secara umum buku ini menjelaskan proses perkembangan otak wanita dari semenjak lahir sampai masa tua dan efeknya terhadap kondisi kejiwaan, kepribadian dan perilakunya. Meski bersifat kedokteran, tapi buku ini ditulis dengan sangat baik sehingga dapat dimengerti oleh orang awam. Setiap fase perkembangan dijelaskan secara per bab sehingga memudahkan para pembaca.
Dengan detil, penulis menjelaskan fase demi fase kehidupan seorang wanita dan perkembangan psikologinya. Karena didasarkan pada disiplin ilmu saraf, buku ini berbicara mengenai perkembangan otak dan hormon hormon yang terlibat didalamnya. Perpaduan dua hal ini (otak dan hormon) secara langsung mempengaruhi perilaku dan kejiwaan wanita.
Untuk mereka yang penasaran, buku ini memberikan jawaban tentang fenomena-fenomena khas wanita, seperti mengapa wanita lebih banyak berbicara dari pada pria. Atau bagaimana kehadiran bayi mampu mengubah dunia seorang wanita. Tahukah anda bahwa bayi yang sedang menyusu mengaktifkan hormone oksitosin, dopamine, dan prolaktin pada otak si ibu yang memicu perasaan bahagia dan damai melebihi efek morfin? Bahkan dalam buku ini dijelaskan cara seorang wanita mengetahui bahwa anda sedang berbohong. Buku ini juga memberikan informasi-informasi bermanfaat seperti siklus haid, sex, dan kehamilan.
Pada bagian akhir buku ini penulis menyediakan matriks singkat perubahan psikologi dan perilaku wanita sesuai fase-fase yang dialaminya. Saya menemukan matriks ini sangat berguna karena memberikan informasi yang lengkap dari fase janin sampai fase pascamenopause. Sebagai kesimpulan, kalau anda ingin memahami wanita, lupakan saja. Tapi jika anda ingin mencoba mengerti mereka, buku ini bisa jadi salah satu referensi
Perpustakaan kecilku...
aku selalu bercita-cita punya perpustakaan. mungkin kelak rumahku penuh dengan buku. satu hal yang pasti, mereka tidak akan berdebu. Rak kecil ini cikal bakal rumahku, yang Insya Allah akan penuh dengan buku.
i like this..
Langganan:
Postingan (Atom)




















