Senin, 02 April 2012

Menyiapkan dana Pendidikan dengan berhenti Merokok

-->Dana pendidikan adalah salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh para orang tua. Salah satunya adalah ketika akan masuk sekolah. Sepatu baru, seragam baru, sumbangan ini itu dan lainnya. Sekolah belum lagi dimulai, tapi dana harus sudah keluar dimuka. Belum lagi ketika masa sekolah sudah berjalan.  Pasti ada saja pengeluaran yang seringkali tidak sedikit.
 Untuk mereka yang berpenghasilan tinggi, mungkin biaya pendidikan tidak menjadi masalah. Tapi untuk mereka yang memiliki penghasilan menengah ke bawah, biaya pendidikan yang semakin tinggi tentu menjadi kendala yang seringkali berakhir tanpa solusi. Sayang sekali, banyak generasi muda yang cemerlang terancam pendidikannya hanya karena terganjal biaya.
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, seandainya para orang tua mempersiapkan sedari dini, tentu masalah biaya pendidikan anak dapat diatasi sejak awal. Asumsinya, seorang anak tidak langsung mendadak besar dan masuk sekolah. Anggap saja, anda akan memasukan putra/putri anda ke sekolah dasar pada umur tujuh tahun. Maka sebenarnya, anda dapat mencicil biaya masuk SD selama tujuh tahun semenjak dia lahir. Atau katakanlah anda hendak memasukan si kecil ke TK pada umur enam tahun, anda masih punya jangka waktu enam tahun untuk mempersiapkan diri.
Mengelola keuangan sebenarnya tidak susah-susah amat. Bahkan sangat sederhana. Pokoknya, selama kita punya kemauan, rencana yang baik, dan disiplin, maka semuanya akan mudah. Tahukah anda mengapa orang terkesan sulit mengelola keuangannya. Salah satunya adalah pola hidup boros. Pola hidup boros ini, tidak selalu identik dengan belanja ala miss jinjing. Pola hidup boros adalah semua gaya hidup yang sama sekali tidak bermanfaat, bahkan cenderung merugikan. Boros erat sekali dengan perilaku impulsif alias belanja tidak berdasar pada kebutuhan, tapi berbelanja setiap kali anda “lapar mata”.
Merokok adalah salah satu contohnya. Sampai detik ini belum ada orang yang berani menjamin bahwa manfaat merokok jauh melebihi kerugian yang dikandungnya. Kenyataannya justru sebaliknya. Kesehatan tergerus, uang pun ikut hilang. Oleh karena itu, berhenti merokok, tidak saja akan membuat badan lebih sehat, tapi dana yang tidak terpakai bisa digunakan untuk menyekolahkan anak anak anda.
Hitungannya mudah saja. Sebut saja anda berhenti merokok semenjak kelahiran si buah hati. Jika sebelumnya anda menghabiskan Rp. 10.000/hari untuk dibakar begitu saja, dengan menabungkannya selama tujuh tahun, maka anda akan mengumpulkan dana sebesar Rp. 25.770.000 pada akhir tahun ke tujuh. Sederhana bukan. 
                                   
                                 Tabel 1. Menghitung Tabungan 10 Ribu/hari
 
 
-->
Pada dasarnya pengelolaan keuangan itu punya dua prinsip utama. Kebutuhan dan Waktu. Para orang tua yang kebingungan ketika hendak memasukan putra/putrinya ke sekolah menunjukan kelengahan dalam mempersiapkan dana pendidikan. Katakanlah jika Rp. 10.000/hari terlalu besar, dengan Rp. 5.000/hari saja, pada akhir tahun ketujuh anda masih bisa mengumpulkan Rp. 12.775.000. Prinsipnya, jika anda tahu bahwa kebutuhan itu pasti akan datang, apakah itu biaya pernikahan, perumahan, pendidikan, kesehatan atau investasi, maka anda harus segera menyiapkannya dari sekarang.
Hitungan diatas adalah model tabungan flat, artinya anda hanya menabung uang saja tanpa menginvestasikannya kebentuk lain. Kira-kira berapa yang bisa anda dapatkan dengan pengeluaran yang sama namun diinvestasikan ke emas?
Katakanlah anda tetap menyisihkan Rp. 10.000/hari, namun pada setiap akhir tahun anda menginvestasikan tabungan anda dengan membeli emas. Jika ada kelebihan atau kekurangan, maka akan dimasukan ke tabungan tahun berikutnya. Dengan asumsi harga emas meningkat 10% setiap tahun, jika anda mencicil emas batangan selama tujuh tahun, maka pada ahir tahun ke tujuh anda akan memiliki investasi dalam bentuk emas senilai Rp. 34,4 juta. Lumayankan? Dengan pengeluaran yang sama anda mendapat kelebihan sebesar Rp. 8,87 juta. Begini perhitungannya :


                      Tabel 2. Menghitung Investasi Emas 10 Ribu/hari
 
Jika pola yang sama anda teruskan selama tiga belas tahun, anda akan mengumpulkan dana sebesar Rp 504,59 juta. Semua ini hanya dengan menyisihkan Rp.10.000/hari yang dahulunya anda bakar-bakar begitu saja. Andai saja pola ini anda lakukan sedari dulu, mungkin anda sudah jadi hartawan dan tidak bingung lagi setiap tahun ajaran baru. Ga percaya? Coba saja, berhentilah merokok dan mulailah menabung. Saya belum membahas persiapan dana pendidikan dengan model asuransi. Mungkin besok. Moga moga
 







Selasa, 27 Maret 2012

BERSUARALAH, SAMPAIKANLAH, BUKAN HANCURKAN

-->

Perjuangan itu selalu pahit. Siang itu di sebuah bukit yang gersang, seorang laki-laki menyeru kepada masyarakat di kotanya untuk menuju jalan kebenaran. Sendirian, laki-laki itu harus menghadapi kaum yang telah terjangkit kapitalisme, premanisme, rasisme, dan hedonisme yang akut.

Apa yang dihadapi Laki-laki itu bukanlah sesuatu yang main-main. Wahyu Kebenaran yang hendak disampaikannya berhadapan langsung dengan kepentingan para tokoh dan pemuka kaum yang menginginkan agar status quo tetap dipertahankan. Para tokoh dan pemuka khawatir bahwa dakwah yang disampaikannya akan merusak tatanan sosial yang selama ini menguntungkan mereka. Demikianlah, laki-laki tadi kini ibarat menggenggam bara api. 

Sang Laki-laki tadi begitu resah melihat kemerosotan yang terjadi di kota kelahirannya itu. Masyarakat di kotanya telah hidup terlalu lama dalam bayangan kegelapan. Kegelapan yang dipenuhi perang antar suku, kekerasan, penistaan wanita, perjudian, kebodohan, pembunuhan anak-anak dan perbudakan. Hatinya berteriak, jiwanya gundah.

Setelah sekian lama berdakwah secara sembunyi-sembunyi, Muhammad, yang kelak akan memimpin sebuah pergerakan yang menggoncang dunia, memutuskan untuk menyuarakan kebenaran di hadapan kaumnya. Bukit itu, Shafa, menjadi saksi kebulatan tekadnya. Kebenaran haruslah disampaikan dengan terang. Kebenaran haruslah diteriakan.

Sejarah kemudian mencatat dahsyatnya penentangan yang menimpa Muhammad dan kaum Muslim. Dengan jumlah yang tidak seberapa, kaum muslim harus dihadapkan pada boikot ekonomi, terror sosial, pengusiran, penyiksaan, bahkan pembunuhan. 

Apakah semua kekejian tersebut merubah caranya menyampaikan kebenaran? Tidak. Muhammad Sang Rasul tetap santun pada tetangga Quraisy yang terang-terangan menginginkan nyawanya. Beliau tetap berlaku adil kepada Yahudi yang secara frontal menantang dakwahnya. Baginya, dakwah hanyalah bisa disampaikan melalui kebaikan dan kesantunan. Kebenaran tidak bisa disebarkan melalui ujung pedang dan laras senapan. Kebenaran hanya bisa bertempat dihati yang lapang.

Sejarah mencatat, manusia melupakan. 14 abad yang lalu Rasulullah mencontohkan secara sempurna bagaimana sebuah pesan harus disampaikan dan perjuangan dilakukan. 14 abad kemudian, orang melupakan. Kini pesan disampaikan melalui aksi aksi anarkis. Perjuangan atas nama rakyat disebarkan dengan kepulan asap, lemparan batu, ayunan kayu dan barang-barang yang dibakar. 

Sore kemarin aku menjadi saksi bagaimana ribuan orang di seluruh Indonesia melupakan kebijakan sang Rasul. Suara hati rakyat untuk menolak kenaikan harga BBM diterjemahkan dengan mengorbankan rakyat itu sendiri. Di satu daerah, mahasiswa bentrok dengan warga karena para “aktivis” menjarah sebuah rumah makan dan merusak harta warga. Didaerah lain, (lagi-lagi) mahasiswa mencegat truk-truk pengangkut LPG untuk kemudian di jarah. Robin hood jadi tameng mereka. Para aktivis karbit tersebut mengira bahwa dengan merampok LPG milik rakyat dan membaginya kepada rakyat lain, maka mereka telah lengkap menjadi seorang “aktivis”. Label aktivis juga menjadi tameng untuk menghalalkan mahasiswa untuk mencegat kendaraan publik untuk dirusak. Polisi seolah menjadi warga kelas dua yang halal dilempari batu, sementara pendemo menjadi orang suci yang bebas dari kesalahan. Lagi-lagi sekedar karena label aktivis. Kalau sudah begini, sungguhlah pantas jika masyarakat menurunkan derajat “perjuangan” para aktivis menjadi sekedar pembuat onar dan kerusuhan. 

Terima kasih kepada “aktivis” yang menyuarakan suara hari rakyat dengan begini primitif, rakyat pun jengah. Aksi demo berjalan sambil lalu. Masyarakat menanti usai para pendemo menggelar aksi, semata-mata karena demonstrasi hanya memacetkan lalu lintas. Aktivis tak lagi dinanti. Para sopir bajaj dan taxi bermunajat agar mereka tak lagi memblokir jalan. Warga mengusir mereka. Aktivis menjadi makhluk asing untuk rakyat yang konon dibelanya. 

Aku ingat ketika disana bersama para sahabat meneriakan aspirasi menolak kedatangan penjajah George W Bush ke tanah air. Amerika kala itu aktif menyebarkan perang ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain, Bush harus pergi jauh-jauh. Para sahabat melakukan aksi dengan merapatkan diri menjadi pagar betis menjaga istana bogor. Kala itu hujan menyirami dan para sahabat tetap disana, diam tak bergerak. Diselingi sejenak istirahat dan munajat kepada sang Khalik, aku ingat bahwa kami berbincang akrab dengan para polisi. Terkadang saling menggoda. 

Dua sisi yang bersebarangan, masing-masing melakukan apa yang diyakini. Kami meyakini bahwa Bush adalah Hitler yang bangkit kembali. Para petugas meyakini bahwa keamanan dan ketertiban haruslah ditegakkan. Tak ada ban yang dibakar, tak ada batu yang dilempar. Kami hanya ingin meneriakan suara hati. Syukurlah para polisi mengerti. Di akhir sore, kami semua pulang, karena hidup bukan sekedar aksi-aksi jalanan. Cukuplah Bush tahu, dirinya tak diinginkan disini.
14 abad yang lalu. Rasulullah membebaskan Mekkah dari cengkeram kegelapan dengan dakwah yang santun dan tindakan nyata. Beliau menjadi bagian dari solusi dan menjadi motor dari solusi itu sendiri. Kemarin, demonstrasi menolak kenaikan harga BBM berubah ricuh, puluhan orang ditangkap dan jatuh korban luka-luka. Ironis, masyarakat tak merasa dibela. Sore kemarin para sahabat lebih memilih pasrah dan berharap cemas menunggu pulang.

Minggu, 11 Maret 2012

Dinginnya (masyarakat) Perkotaan

-->
Malam tadi, di satu gerbong kereta yang melaju dari Bogor menuju Jakarta, saya terduduk sendiri. Sebenarnya tidak benar-benar sendiri, karena di gerbong itu sebenarnya ramai. Banyak orang lain di gerbong ini, sama-sama berbagi ruang dan udara. Saya mengatakan sendiri karena memang tiada satupun yang dikenal atau menemani. Ironis memang, sendirian dalam keramaian. Lebih ironis lagi, perasaan yang sama seolah menjangkiti seisi gerbong. Entah karena kecapaian atau memang tiada teman, sebagian besar hanya diam termenung.

Berhubung tak ada teman, Saya menghabiskan waktu dengan membaca koran.  Lagipula, tampaknya sebagian besar penumpang memang ingin segera tiba di tujuan masing-masing, sehingga berbincang dengan penumpang lain tampaknya bukan pilihan. Akhirnya, yang tersisa adalah Koran sore di tangan. Maka demikianlah cara berlalunya perjalanan itu. Sepanjang jalan, sepanjang rel, hanya aku dan koranku.

Sebetulnya  tak enak rasanya harus kembali cepat ke Kota bising ini. Sesungguhnya saya ingin tetap meluangkan waktu di rumah. Tapi pekerjaan adalah pekerjaan, dan esoknya aku harus bekerja. Kota ini ramai memang, tapi cenderung bising. Penuh dengan teriakan kemarahan dan kejengkelan. Sesak dengan keluhan dan ketidaksabaran.

Kota ini sungguh bising, mirip dengan dengungan nyamuk dengan soundsystem konser dangdut. Nyaring menyakitkan telinga, menguras kebahagiaan. Ada yang menghias hari dengan mengumpat soal kemacetan. Ada yang mengisi udara dengan makian soal kenaikan harga harga. Uniknya, sebagian besar dengungan ini berhenti di awan awan. Tak ada yang berubah sesudahnya. Paling-paling berubah bentuk, menjadi umpatan dan makian dengan topik yang berbeda.  
kau tahu? Sebenarnya keramaian dan kebisingan adalah dua hal yang jauh berbeda. Yang pertama menghangatkan jiwa, minimal berhasil memaksa kita tersenyum. Berkumpulnya keluarga adalah keramaian. Musyawarah warga adalah keramaian. Perayaan hari raya adalah keramaian. Tapi demonstrasi memblokir jalan bukanlah keramaian. Itu adalah kebisingan.

Kebisingan tak lebih dari suara-suara menyakitkan yang menghisap kebahagian langsung dari dasar hati. Rasa sakit adalah yang kurasakan ketika bising PSSI dan KPSI. Rasa sesak juga yang terjadi ketika orang berbising ria soal kasus korupsi. Bising hanya menghasilkan bunyi mengerikan, tidak pernah menyelesaikan masalah. Makanya aku yakin betul kebisingan adalah inspirasi JK Rowling ketika menciptakan sosok dementor.

Koranku akhirnya ku lipat, selesai sudah nasibnya. Entah akan ku buang atau ku simpan. Sebagian besar beritanya tak lebih dari kejahatan, kecurangan dan serangkaian berita tragis. Kalaupun ada berita yang baik, itu akan ditempatkan di bagian sisa. Media zaman sekarang memang mengerikan. Membacanya hanya akan menguras rasa optimis kita dan menggantinya dengan kemarahan dan kebencian. Aku adalah salah satu korbannya. Media berhasil mencuci otakku dan membuatku membenci banyak hal.

Aku membenci ketika sekelompok orang menjadi semakin kaya dimana sisanya semakin miskin. Aku membenci ketika  presiden tidak bertindak sesuai kehendakku. Aku membenci ketika kebijakan dan hukum cenderung berpihak pada yang punya duit. Aku membenci para artis yang kawin cerai. Aku membenci sandal crocs. Aku membenci justin beiber. Aku membenci Film twilight. Aku berubah menjadi monster pembenci.

itulah mengapa akhir-akhir ini aku tidak terlalu percaya media. Statusnya sekarang kusamakan dengan tukang gosip dan penyebar berita “bisik-bisik”. Lebih baik aku membaca buku. Buku tidak memaksaku percaya apa yang ditulis didalamnya. Tapi akhir akhir ini banyak buku dadakan.  Judulnya beda-beda, covernya selalu sama : ADA WAJAH ORANG TERSENYUM, BIASANYA PENULIS BUKU TERSEBUT. Mungkin itu kebijakan mendiknas untuk mencegah plagiat. Ide yang cukup bagus tampaknya.

Bosan melamun, akhirnya aku iseng mengamati orang-orang. Gerbong kereta adalah tempat yang menarik. Mungkin disinilah kita bisa menemui keragaman manusia selain di pasar. Didepanku ada gadis yang cukup manis, wajahnya jelas terlihat gusar, atau setidaknya tidak tenang. Tak salah lagi, dia sedang gundah. Sedikit sedikit dia membetulkan posisi duduknya. Seluruh bawaannya kini berfungsi sebagai komplementer pakaian dalam rangka menutupi apa yang mungkin sudah tergambar dalam benak para pria-pria dalam gerbong. Ada baiknya dia berhenti memakai rok mini ketika bepergian, siapa tahu dia tak perlu lagi hidup dijangkiti perasaan was was.

Ada lagi seorang pria di kejauhan sana. Tak terlalu tua, tapi tak muda lagi. Pria ini sedang dalam masa puncaknya. Hanya perlu sekilas pandang dan langsung terlihat bahwa pria ini pastilah menduduki posisi yang cukup bagus ditempatnya bekerja. Kubayangkan sepanjang hari dia keberja keras, dan baru pulang ketika matahari selesai shift kerja dan digantikan bulan. Itulah mengapa dia tertidur sangat pulas. Nyaman di kursi duduk sofa. Sayang dia lupa kalau itu khusus untuk para wanita tua, ibu hamil, para manula dan mereka yang memiliki keterbatasan. Tapi mungkin memang dia sangat kecapaian. Buktinya dia sama sekali tak menyadari kehadiran para wanita yang berdiri di depannya. Itulah hakikat orang tertidur. Menurut guruku, orang tertidur itu setengah mati, baik badannya, hatinya, terutama telinganya. Jadi percuma saja mengumpat dan obral sumpah serapah. Biarkanlah dia tertidur, karena esok pagi dia harus kembali bekerja.

Gerbong kereta adalah bukti bahwa bangsa kita, bangsa Indonesia adalah bangsa pekerja keras. Bahkan sangat keras. Siapapun yang bilang bahwa orang Indonesia kurang giat bekerja perlu sekali kali berangkat kerja menumpang kereta diatas gerbong. Digerbong kereta, menyabung nyawa bukan lagi sesuatu yang aneh. Makanya aku yakin siapapun yang tewas ketika berangkat kerja termasuk mereka yang berjihad karena mereka berkorban jiwa dan raga demi keluarga di rumah. Itulah fungsi lain kereta, melatih masyarakat untuk siap berkorban jiwa. Tak heran, tak satupun negara di dunia ini nekat untuk menyerang kita.

Kereta jalur bogor Jakarta memiliki musuhnya sendiri : HUJAN. Setiap kali hujan, selalu saja ada yang mogok. Namun karena dinilai tak cerdas, maka pera petugas tidak pernah menyebut hujan sebagai dalang kemacetan kereta. Kerusakan sinyal lah yang selalu menjadi kambing hitam.
 Kembali ke dalam gerbong. Satu persatu stasiun dilalui. Sama persis dengan denting denting waktu yang berdetak lalu menghilang. Sebentar lagi aku sampai. Perjalanan ini dingin sekali. Sedingin beton dan besi yang membangun kota ini.


catatan : gambar diambil di situs Ini

Jumat, 14 Oktober 2011

Gua nggak butuh sholat! Buat apa sih Sholat?

ini murni kopas dari milis ini. sebenarnya pingin nyari sumber aslinya tapi ga ketemu. 
moga moga bermanfaat.
 
 
Mohon maaf bila judulnya bikin napsu ! ! ! 
insyaAllah isinya gak separah judulnya, itu cuman bikin penasaran aja. Saya cuman pengen berbagi, saya dapet email dari temen di sebuah milis. email itu isinya cerita begini:

Anak : Pa, solat itu buat apa sih?
Ortu : (menghardik) Udah, lu jangan tanya-tanya macem-macem.. kapir lu nanti!
Anak : (terdiam)

Belasan tahun kemudian, si anak bertemu lagi dengan saya. Mana saya tahu kalau dia dulu tunya-tanya kayak gitu kan ? Biar gampang, kita sebut aja dia Boni.

Saya : Woy, jumatan atuh.. orang-orang udah pada ngabur!

Boni : Hoream ah…. keur naon solat? (males ah, buat apa sholat?)

Saya : (untung ajah, dulu kenyang di plonco adik PAS) Dasar.. Ari kamu sholat buat apa?

Boni : Saya mah, sholat kalo butuh dong. Nggak solat kalo aku nggak merasa butuh. Solat itu harus merupakan kebutuhan, bukan kewajiban dong. Tuhan nggak butuh solat kita, yang butuh itu kita! Sekarang gua lagi nggak butuh solat, jadi buat apa gua solat. PEUN.

Saya : Itu betul, memang kita harus punya sense ‘butuh’ terhadap sholat. Tapi, menurut gua, kita tetep ‘wajib’ sholat, meskipun kita sedang tidak ‘butuh’.

Boni : Buat apa? Menurut gua, disitulah letak nggak gunanya solat.
Lebih cuih lagi, kalo orang solat buat ngejar ‘gelar’, gua paling nggak suka!

Saya : Maksud loe?

Boni : Ya itu, jenis-jenis manusia yang solatnya buat pamer, kalo dia itu paling soleh!! Menurut gua sih, kalo die solat seribu rokaat juge, kalo abis solat die korup, die membunuh, die menjelekkan orang, menggunjing, tetep aje die tu, lebih buruk, dibanding orang nyang gak solat tapi berbuat baik sama orang lain!

Saya : Lu bener di satu sisi..Orang yang menzalimi orang lain, meski solat, tetep lebih buruk dibanding yang gak solat tapi berbuat baik

Boni : Tuu, bener kan gue!

Saya : Tapi di sisi lain, lu juga salah Bon! Menurut saya nih, solat tetep wajib!

Boni : Salah gimane? Ah paling lu mau ngeluarin ayat.

Saya : Ok, kita pake akal aja. Nah, sekarang saya mau nanya neh. Gaji lu berapa Bon?

Boni : Rahasia dong.. yah oke deh, sekitar 3-an lah

Saya : Lu kerja berapa jam sehari tuh, buat 3-an itu? 8 jam sehari ada nggak?

Boni : Ya iya lah.. lebih kali

Saya : Selain itu, saya yakin kalo lu dapet segitu, karena skill dan gelar lu kan ? Gak cuma karena kerjaan lu. Yang jelas, pengorbanan lu untuk dapet gaji segitu, lebih banyak dari sekedar kerja 8 jam sehari. Bener gak?

Boni : Bener banget! Tapi segitu juga udah untung. Gua suka dapet bonus, jadi gua yah, berterimakasih banget dah, sama Boss gua. Dia care banget sih sama kita.

Saya : Nah, Bon, ngomong-ngomong lu pernah denger ada jual beli ginjal gak buat transplantasi?

Boni : Oh iya dong, gile, satu ginjal ada satu milyar kali! Gua sih nggak bakal jual. Gila aja kali! Ntar gua pake apa dong?

Saya : Nah lu dikasih semilyar, kok gak mau berterimakasih sama sekali?

Boni : Bentar-bentar gua nggak ngerti neh.. dikasih semilyar gimana?

Saya : Tuh, mata loe… harganya berapa? Ok, ginjal satu milyar kan ? Oh ya, belon ntu tuh, kuping, mulut, muka… hm, loba euy (banyak euy), semua jatuhnya berapa ya? Trilyunan tuh.
Tapi semuanya dikasih gratis…

Boni : ……..

Saya : Bon, Sekali lagi neh, menurut aku, sholat tetep wajib, karna, itu salah satu cara kita untuk berterimakasih sama Yang ngasih badan kita, rejeki kita, keberuntungan kita, yah, segalanya yang udah Dia kasih dah.

Kita rela bekerja 8 jam sehari untuk mendapatkan 3 juta rupiah. Kita sangat berterimakasih sama orang yang ngasih kita tambahan bonus sekedar seratus-duaratus ribu, tapi kita kadang lupa berterimakasih sama ‘seseorang’ yang ngasih kita mata, mulut, tangan, kaki, ginjal, yang harganya jauh lebih mahal kalo kita jual. Well, bahkan bisa dibilang tak ternilai harganya. CUma orang kepepet berat atau orang bodoh yang mau jual badan dia sendiri.

Memang idealnya, orang solat tuh terhindar dari perbuatan buruk. Toh solat kan aslinya mencegah perbuatan buruk, dan membuat kita terbiasa melakukan perbuatan baik. Tapi itu kalau dia menghayati makna sholat sebagai sarana mengingat Tuhan, bukan sekedar menggugurkan kewajiban (seperti saya hehehe).

Di situasi ideal ini, selepas sholat, orang jadi mengingat kembali, betapa banyak yang Tuhan berikan dan lakukan demi kebaikan kita. Coba aja telaah arti bacaan shalat dan arti gerakan solat. So pasti lu temukan deh, banyak bacaan solat maknanya kearah ini.

Karena dia ngeh bahwa Tuhan selalu melihat, dan telah banyak berbuat buat dia, dia bakal berfikir 1000 kali buat berbuat hal yang nggak Tuhan sukai.
yah kalo solatnya sekedar nyari gelar seperti yg lu bilang sih, memang gak bakal ada manfaatnya.

Tapi lu cerdas Bon, lu juga SQ-nya tinggi, makanya lu nggak mau solat sekedar menggugurkan kewajiban. Karena itu, lu pasti ngerti bahwa solat tetep wajib, meski kita lagi nggak butuh solat. Kita wajib solat, untuk berterimakasih sama yang telah ngasih kita segalanya.

Boni : Seandainya dulu bapa gua ngejawab kayak gitu, gua mungkin gak bakal terlalu anti solat ya…
Saya : ???
Boni : Sudahlah, gak usah dibahas… Tapi thanks ya.. gua jadi ngerti neh.
================================================== =======

yah, alhamdulilah, berkat dialog yang kacrut ini (aslinya jauh lebih ngalor ngidul dan panjang), Boni sekarang rajin shalat, dan berusaha menghayati solatnya. Semoga aku jg ketularan Boni ya
teman-teman… jangan pernah berhenti mencari jawaban tentang sesuatu yang kita nggak ngerti tentang Tuhan atau agama. Banyak orang kecewa terhadap agama (apapun), kemudian jadi atheis, atau punya sekte sendiri, cuma karena pertanyaan dia tidak terjawab.

Bertanyalah pada ulama, bila belum puas, cari ulama lain, bila nggak puas juga, layangkan email ke ulama di luar negeri. Atau berdiskusilah dengan banyak teman-teman. Jangan puas dengan hanya satu jawaban. Jadilah pencari Tuhan yang sebenar-benarnya.

Bukan pencari Kebenaran Hakiki namanya, kalo cuma ngaku-ngaku aja. jangan ngaku pencari kebenaran, kalo tak pernah mencari.

buat para ortu, jangan sampai menghardik anak bila nggak ngerti ngejawab pertanyaan. Mendingan bilang terus terang aja, kalo bapa nggak bisa, ntar kita cari sama-sama. thats it
YOURE a father NOT a superhero.

sumbernya nih . . . 
 
M. Febriansyah Z
Media Center
Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU
Jl. Raya Condet No. 27-G Batu Ampar, Jakarta Timur 13520
Telepon : (021) 87780015 / Facsimile: (021) 87780013
E-mail : pkpu_pu...@pkpu.or.id / Website : http://www.pkpu.or.id

Kamis, 13 Oktober 2011

MENGAPA FACEBOOK BERWARNA BIRU?

Semua dimulai sekitar seminggu yang lalu ketika seorang sahabat menuliskan pertanyaan di akun multiply nya. Dia penasaran dengan mayoritas situs jejaring sosial yang condong berwarna biru. Mengapa facebook didominasi biru, mengapa juga twitter, tumbler dan multiply seolah ikut ikutan. Pertanyaan bagus, karena pada akhirnya aku menemukan bahwa warna bukan sekedar urusan tampilan tapi juga sebagai “identitas”.

Untuk membuktikan rasa penasaran si sahabat ini, saya melakukan riset kecil kecilan. Awalnya dengan membuka 11 situs jejaring sosial terpopuler (plus blogger) dan melihat apakah memang biru adalah warna pavorit mereka. Hasilnya lumayan membuatku tersenyum, karena memang tampaknya biru ada di mana-mana. ini hasil riset kecil kecilan yang tadi saya sebutkan :

1. Facebook (biru)













2. Zorpia (biru dengan perpaduan hijau)


3. Perfspot (biru














4. Twitter (biru)














5. Orkut (biru)














6. Hi5 (putih)














7. bebo (merah)














8. Friendster (abu abu dan biru)















9. myspace (abu abu)

10. Blogger (biru)














11. multiply (biru)














12. Tumbler (biru)















oke, mayoritas dari kedua belas situs ini memang menggunakan biru sebagai warna utama. Tapi apakah memang seperti itu kenyataannya untuk jutaan situs lain. Bisakah kita menyimpulkan bahwa biru adalah warna pavorit di internet? Menjadi yang terpopuler, bukan berarti mewakili seluruh dunia internet bukan?

jawabannya saya temukan di situs www.colourlovers.com yang membahas warna apa yang paling umum di gunakan situs-situs di internet. terutama untuk logo dan tampilan mereka (tulisan lengkapnya bisa dilihat disini dan disini), dan hasilnya mencengangkan. Mayoritas dari situs situs terkenal didunia menggunakan dua warna : biru dan merah. berikut tabel warna situs situs paling terkenal di internet:



BIRU dan MERAH. kenapa mayoritas situs menggunakan warna ini? ini pasti sesuatu banget (alhamdulillah yah). fenomena ini tidak sekedar di dunia internet tapi juga di dunia nyata tempat para perusahaan dan merek bertarung di pasaran. apa yang terjadi? lagi-lagi. BIRU dan MERAH.

jika memang pada akhirnya kita tahu bahwa mayoritas warna yang digunakan adalah biru dan merah. tinggal satu pertanyaan yang harus kita jawab. kenapa? apa yang membuat dua warna ini begitu disukai atau setidaknya menjadi pilihan pertama ketika orang orang hendak membuat merk atau logo.  kenapa?

Jawabannya saya temukan di situs www.colorcombos.com (lengkapnya bisa dibaca disini). Meskipun alasan utama facebook berwarna biru adalah karena Mark Zucerberg ternyata seorang buta warna (tapi dia masih bisa melihat biru), Biru ternyata memiliki arti yang sangat tepat untuk dunia bisnis. Biru mengekspresikan kemampuan untuk dipercaya, ketulusan dan kesetiaan. Perusahaan IBM memilih warna biru untuk mengekspresikan nilai nilai kestabilan, konservatisme dan nilai nilai yang dia usung.

Blue is always a safe choice, especially when operating internationally where certain colors have very different associations in foreign countries than they do here

Biru juga merupakan warna netral yang bisa diterima diseluruh dunia, dimana warna bisa berarti lain artinya pada berbagai tempat.

pemilihan warna sangatlah penting untuk sebuah produk. Hanya produsen baju pria yang nekat mengeluarkan desain dengan warna pink. Meskipun pada berbagai kalangan, pria berbaju pink masih bisa diterima. Pink mengekspresikan keintiman, kelembutan dan kewanitaan yang bertolak belakang dengan dunia ideal para pria yang memiliki kesan tangguh, tegas, jantan dan berwibawa.

Biru, lagi lagi memiliki keunggulannya sendiri. ini mungkin penjelasan mengapa facebook dan situs lain tetap mempertahankan warna birunya:

It is part of their well planned Marketing plan. Most colors distract and make the human eye focus on them while blue act as a transparent palette for 65% of time spending watching the main background aka index space. It is well known also that blue color is the nirvana for the brain, as well green. Well, their choice make the competition envy most of the time (Emil Kostov)
Biru tidak membuat kita terfokus padanya. sehingga waktu kita bisa lebih banyak dihabiskan untuk melihat konten dari sebuah situs daripada warna warni situs itu sendiri. Biru juga berasosiasi dengan langit dan laut yang memberikan kesan tenang dan luas. sebuah kenyamanan yang sengaja diciptakan agar kita lebih banyak menghabiskan waktu kita berselancar di internet. khususnya Facebook.

tapi saya punya teori lain kenapa facebook dan kawan kawan menggunakan warna biru. itu semata-mata karena pendiri semua situs tersebut adalah bobotoh Persib Bandung (maksa)....