Rabu, 27 Juli 2011

catatan seorang pertapa

Aku tidak suka sinetron. tayangan seperti itu lebih cocok ditujukan untuk metode interogasi polisi. itulah kenapa aku lebih memilih mendekam sendiri di kamar daripada ikut ramai memelototi siaran terkutuk itu. jadilah diriku ini pertapa ditengah keramaian. orang lain berkumpul bercengkerama, aku sendirian saja.

tapi tidak mengapa. semenjak kecil aku memang lebih akrab dengan kesendirian daripada keramaian. aku lebih nyaman bersama benda benda mati berlabel mainan daripada berkumpul bersama sesama manusia.

bahkan tahun kelahiranku pun seolah mengisyaratkan bahwa aku akan hidup dalam alam yang berbeda. 1984 adalah tahun dimana generasi yang lahir dikampungku hanya diisi oleh dua orang saja. aku dan seorang lagi. nasib keduanya sama. kami sama sama asing di kampung halaman dan sibuk berjuang untuk mencari tempat kami di dunia ini. perjuangan yang seringkali gagal

aku ingat masa masa kecilku. terlalu muda untuk bergaul dengan rekan rekan yang lain. terlalu besar untuk bermain dengan generasi sesudahnya. tapi alasan utamanya sebenarnya lebih dalam dari itu. itu telah ada didalam darahku.

mungkin kalau ada psikolog jaman SD, mesti ini hasilnya. Firman Syafei : semenjak kecil, sudah terlihat cukup cerdas dalam pelajaran, tapi cukup bodoh untuk memahami cara bergaul dengan sesama. tidak betul betul bisa cocok dalam kelompok. kurang dalam sosialisasi. outsider

tapi itu semua bukan murni kesalahanku. pergaulan selalu didasarkan kepada kesamaan minat. entah itu mainan baru, video game, olahraga, musik, ketenaran, atau kepintaran. aku tidak pernah punya mainan yang bisa dibanggakan waktu itu, tidak mampu membeli video game, tidak punya bakat olahraga, gagap bermusik, miskin ketenaran, dan selalu kalah dalam kepintaran dari bintang kelas. temanku banyak, tapi tidak benar benar bisa akrab.

menginjak SMU, semuanya semakin kapitalis. aku menjadi orang pinggiran di pusaran elit perkotaan. atau setidaknya itu yang aku pikir waktu itu. Seperti semua anak yang baru puber. Diriku mencoba mencari jati diri. Tapi maaf saja, di kota, jati diri ditentukan berapa uang yang kau miliki. Iri sekali jika melihat kawan kawan yang jadi pusat perhatian. envy.. dan dada semakin sakit ketika kau bertemu cinta pertamamu dan detik itu pula kau tahu.. bahwa cinta itu untuk dilupakan. dia putri angsa dan putri angsa butuh pangeran berkuda. sayang sekali, kuda tersebut telah ditambatkan dan sang pangeran telah menanti. so i killed the very first love.. it died painfully.

kuliah. kuliah bagi keluargaku adalah satu kata yang asing sampai tahun 2002 tiba. tak satupun anggota keluargaku yang jejak sendalnya pernah menginjakan kaki di lantai para cendikia. manusia semakin aneh aneh saja. ekstrim kanan, ekstrim kiri, idealis, agamis, hedonis, komunis, ateis, sosialis, hipokrit, anarkis, oportunis,tinggal pilih saja. aku lebih memilih belajar dengan baik. aku semakin baik dalam berorganisasi, tapi bukan dalam sosialisasi. bertahun tahun aku mendengar sebuah terminologi asing yang bertahun tahun pula aku tidak pernah miliki. terminologi itu bernama : "teman curhat"

face it lad, i dont have it. aku menelan mentah mentah semua masalahku dan ku selesaikan semampuku. beruntung Allah bermurah hati sehingga sebagian besar masalah itu berlalu. kecuali ketika sahabatku berhianat dan meninggalkan lubang besar di hatiku. lubang itu menamakan dirinya sendiri "monumen kebodohan firman syafei". pada lubang itu aku menggoreskan ungkapan kepahitan abadi : homo homini lupus, kata latin yang berarti manusia adalah serigala untuk manusia lainnya. temanku itu salah satunya.

baiklah, sekarang bekerja. aku menjadi pertapa di kost. aku kesulitan untuk memahami gaya pergaulan teman teman. beda budaya, beda cara. jadilah aku disini saja, berteman dengan kotak berlayar. dikantor cukup sulit juga. baru kemarin-kemarin bisa menemukan teman ngobrol.

tapi aku tetap seorang penyendiri.

Kamis, 14 April 2011

JAUHKAN AKU DARI ORGAN TUNGGAL !!!!...

Jujur, Aku tidak suka organ tunggal. Bukan karena pemain musiknya, tapi lebih kepada suasana yang ditimbulkannya. Setiap kali kantor mengadakan acara kebersamaan, selalu saja dimasukan acara hiburan berupa organ tunggal.Yang jadi masalah bukanlah organ tunggalnya, tapi pilihan lagu yang dimainkannya. Itulah masalah utamaku. Bukannya sok stylish, tapi aku memang termasuk pemilih kalo urusan lagu.

Terus terang aku bosan mendengar lagu-lagu itu itu saja yang dimainkan setiap kali ada acara kantor. Tembang pilihannya pastilah tak jauh jauh dari hits hits klasik (baca: jadul) yang rentang tahunnya mulai dari tahun 60an dan mentok di tahun 80an awal. Jika pilihan lagu tadi sudah habis, pilihan pastilah berganti ke lagu lagu daerah yang lagi-lagi itu itu saja dan tenar ketika sebagian besar generasi sekarang belum lahir. Bukan maksudku untuk anti lagu daerah, tapi harus kita akui, lagu lagu daerah ditinggalkan karena memang tak mau mengikuti perkembangan jaman. Lagu baru saja belum tentu disukai, apalagi lagu lama yang seolah sakral dan pantang dimodifikasi?

Situasi makin buruk ketika dangdut mulai dimainkan. Entah siapa yang akan memulai, tapi selalu saja ada “sesi” joged bersama. Jika itu yang terjadi, aku lebih memilih untuk menyingkir dan mencari teman ngobrol. Hal yang sama kulakukan ketika lagu “poco-poco” dimainkan. Aku sendiri penasaran kenapa lagu ini seolah jadi lagu wajib nasional jika ada acara hiburan. Tidak di pemerintahan, tidak di swasta, sama saja. Ketika teman-teman sibuk “goyang poco-poco” biasanya aku hanya duduk dan melihat. Mungkin aku jadi terkesan “tidak gaul” atau “tidak asik”, tapi terserahlah, karena ini urusan selera. Oleh karena itu aku tidak pernah mengganggu atau mengejek, selama teman-temanku suka, that's fine with me. Tapi urusan joged-joged ini bisa jadi urusan serius, suatu saat aku pernah hilang feeling karena wanita yang aku suka ikut goyang poco-poco, dan tiba-tiba saja terbersit keraguan dalam hati. “Lupakan saja....” kataku membatin.

Pada dasarnya aku bukan ingin usil dengan hobi orang lain. Bukan urusanku juga untuk menghakimi selera musik seseorang. Karena selera bukan soal benar dan salah. Tapi urusan cara menikmati hidup. Aku sendiri tidak akan memaksakan pilihan laguku untuk disukai orang lain. Tapi satu hal saja yang aku minta. Jauhkan aku dari organ tunggal. Sungguh, selama aku ketemu organ tunggal, baik waktu acara kantor, kawinan, atau kampanye, pilihan lagunya selalu saja tidak asik untukku dengar. Aku bukan tipe-tipe yang sok "ikut seru-seruan". Aku tidak ragu untuk mengatakan bahwa goyang poco-poco itu tidak "segitu" serunya, bahkan biasanya saja. aku juga tidak ragu untuk mengatakan bahwa lagu "kemesraan" sebaiknya dilarang saja, karena sudah terlalu sering dinyanyikan. Tapi kalau ada yang ingin, silahkan saja. Asal jangan paksa diriku.

oleh karena itu, sampai tiba waktu lagu padi, sheila on 7, Nidji, GIGI, kla project, linkin park, the coors, atau L'Arc En Ciels dimainkan oleh organ tunggal. Aku lebih memilih duduk bersama dan mengobrol saja.. dibawah cemerlang rembulan, ditemani semilir keredupan.

saking seringnya waktu hidup goyang poco-poco, ini yang terjadi setelah mati :
sumber disinih

Rabu, 13 April 2011

BUKA USAHA NGGAK KAYA? PERCUMA......!!!!!


“Kenapa Orang yang Punya Usaha Belum Tentu Kaya.......”



Setelah lama agak tertunda, kali ini saya akan membahas buku dari salah satu perencana keuangan pertama di Indonesia, Safir Senduk. Judul bukunya sama dengan diatas: Buka Usaha Nggak Kaya? Percuma. Buku ini terbitan tahun 2006 dan saya beli tahun 2007 lalu (Agak klasik memang). Buku ini termasuk buku poket (ukuran kecil) dengan tebal 189 halaman dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (yang dulu terbitkan komik dragon ball).

Sesuai dengan judulnya, buku ini membahas tentang manajemen pengelolaan usaha atau bisnis untuk mereka yang ingin memulai membuka usaha. Secara pribadi, saya suka buku ini. Selain karena bahasanya yang sederhana dan mudah dimengerti, materi yang dibahas relatif mudah dilaksanakan. Buku ini membuka pemahaman kita tentang sisi lain usaha. Jika buku-buku lain berkutat pada motivasi usaha dan bagaimana menjalankannya, buku ini justru “membuka borok” dunia usaha dan memandu para pemula untuk memahami resiko sebenarnya dalam menjalankan usaha. Untuk anda yang ingin membuka usaha, saya sarankan buku ini sebagai salah satu referensi.

Safir Senduk membagi buku ini menjadi 7 bab. Bab pertama membahas kelemahan para pengusaha yang sangat tak acuh untuk berdisiplin mengelola arus kas bisnisnya. Kalimat yang paling berkesan pada bab ini adalah “Kenapa Orang yang Punya Usaha Belum Tentu Kaya”, dan memang inilah pertanyaan inti buku ini. Pernah merasa bahwa setiap kali terima uang (apakah hasil bisnis atau pekerjaan), uang tersebut terasa cepat sekali hilang?. Apakah saudara termasuk yang penghasilannya mencapai “sepuluh koma”, yang berapapun penghasilannya tanggal sepuluh sudah “koma”? Maka kemungkinan keras, ada yang salah dengan manajemen keuangannya.

Umumnya,hanya ada tiga sebab yang membuat orang yang punya usaha sendiri belum tentu jadi kaya biarpun banyak buku yang mengatakan bahwa membuka usaha sendiri bisa bikin kaya, yaitu:

1. Boros
2. Terlalu banyak keperluan pribadi yang mendesak
3. Uangnya tidak diputar

Mari kita bahas bersama setiap poin diatas. Boros semenjak jaman dahulu merupakan musuh utama manusia. Berapa banyak bangsa yang jatuh karena besar pasak daripada tiang. Konon negara Yunani kuno yang adi daya pernah hampir bangkrut gara gara menghabiskan anggaran besar-besaran untuk membangun kuil parthenon. Ketika kas negara menipis, kuis yang megah tersebut di preteli kembali untuk dijual. Dalam berbisnis, boros memang musuh utama. Safir senduk menulis, bila setiap kali kita menerima uang dari aktifitas bisnis dan langsung dihabiskan untuk belanja, maka kapan kita kaya?

Sepanjang saya ingat, bisnis yang direcoki rentetan keperluan pribadi akan hancur juga pada akhirnya. Ketika aku kecil, ibu biasa menyuruhku pergi ke pasar untuk belanja barang-barang dagangan. Saya masih ingat toko grosir terbesar di pasar saat itu. Toko itu lebih mirip mall grosir daripada sekedar toko. Masih segar ingatanku tentang gudangnya yang sebesar gudang bulog dan deretan rak rak barang yang menjulang sampai ke atas. Pemandangan para pegawai yang bergelantungan di tangga untuk mengambil barang bukanlah pemandangan aneh. Tapi hari ini toko itu tak berbekas lagi. Singkat cerita, sang pemilik kecanduan judi dan anaknya keranjingan foya-foya. Perilaku yang sama pulalah yang mengirim sebuah hotel terbesar (waktu itu) di dekat rumahku ke jurang kebangkrutan. Begitu juga usaha yang setiap keperluan pemiliknya dipenuhi oleh kas bisnis. Jika setiap kali bayar listrik dan air, jajan anak, belanja harian, dibebankan pada kas usaha, kapan modal usaha akan terkumpul?

Meskipun memiliki usaha yang maju, jika uang hasil pendapatannya tidak diputar kembali, maka kita memiliki resiko besar. Resiko besar apa? Sebut saja kita punya tabungan milyaran (amiiin...) dan kita memiliki bisnis yang berjaya. Tapi hidup mestilah berputar dan siapa tahu bisnis kita tidak “segagah” sebelumnya. Memang kita masih punya tabungan yang milyaran itu (teuteup amiiiin...), tapi seperti kata orang bijak, di masa-masa sulit, uang lah yang akan pertama kali berkhianat. Maksudnya begini, seberapapun besarnya simpanan kita, jika sifatnya pasif, maka lama kelamaan pasti habis. Entah untuk keperluan sehari-hari, biaya kesehatan, pendidikan dan lainnya. Oleh karena itu, memiliki perputaran uang selain bisnis utama kita adalah hal yang perlu.

Cobalah untuk sekali-kali main ke toko buku, kemudian mampir ke bagian buku tentang bisnis. Kita akan melihat deretan buku-buku yang memotivasi kita untuk membuka usaha. Judulnya macam-macam, yang pasti semuanya ditujukan untuk meyakinkan pembaca bahwa membuka usaha merupakan jalan menuju semua impian (memang ada benarnya). Sebagai “pelengkap”, biasanya penulis mengadakan pelatihan dan seminar berdasarkan bukunya dan memberi label “jalan menuju sukses”. Biar afdol, para penulis yang merangkap motivator ini, sering menjuluki diri sendiri sebagai “guru sukses”. Sebenarnya yang dilakukan para motivator ini tidak salah, tapi seringkali mereka hanya berfokus pada semangat dan perubahan pola pikir. Padahal aspek teknis pengelolaan usaha sama sekali tak boleh dilupakan. Saya pernah membahas ini sebelumnya, lengkapnya main kesinih.

Disinilah safir senduk menulis buku ini untuk mengisi kekosongan tentang aspek teknis dunia usaha. Lebih tepatnya kurangnya referensi untuk mengelola keuangan usaha dan pemiliknya. Kita bisa saja semangat menggebu-gebu untuk menjadi pilot, tapi percuma saja jika anda tidak tahu cara mengendarai pesawat. Kita bisa saja diwarisi perusahaan besar, tapi percuma saja jika anda tidak tahu cara mengelolanya.

Untuk memudahkan pembaca, safir senduk memberikan lima kiat sederhana bagaimana cara mengelola keuangan bisnis sehingga anda, keluarga dan bisnis yang dimiliki bisa bebas dari pusaran kebangkrutan atau justru bisa melesat mencapai semua impian. Langsung sajah gan, ini lima kiat yang tasi saya maksud:

1. Pisahkan keuangan pribadi dan Keuangan Usaha
2. Kendalikan pemasukan dan pengeluaran anda
3. Proteksi, proteksi, proteksi
4. miliki investasi selain usaha
5. lakukan analisis ketika ingin membuka usaha baru

sederhana bukan? Masing-masing kiat ini akan saya bahas pada tulisan berikutnya karena masing-masing kiat memiliki “kisah”nya sendiri. Untuk sekarang, saya tinggalkan agan agan untuk merenung, benarkah kita telah sukses?

untuk mengenal safir senduk lebih jauh silahkan main ke kantornya disinih

BRIPTU NORMAN, BOSEN LIAT POLITIKUS, MIE INSTAN DAN AJI MUMPUNG

Sebagai catatan, saya sama sekali tidak benci pada Briptu Norman, malah saya suka dengan gayanya yang alami ketika "joged-joged" di youtube. Tapi saya juga bukan penggemarnya, secara saya ini bukan penggemar hal-hal berbau india. (no offense, ini bukan rasis, tapi memang tidak hobi saja).

ketika pak polisi ini mulai tenar berkat promosi abah youtube, tiba-tiba saja negara indonesia ini bertabur wajah Briptu Norman Kamaru. Layaknya ketemu oase di gurun, kisah norman kamaru langsung saja mengobati rasa haus rakyat indonesia akan berita menyenangkan.

Jujur saja, selama bertahun tahun ini kita selalu disodori berita macam-macam dan mayoritasnya tidak menyenangkan. Entah itu berita dugaan sekelompok elit yang maling duit trilyunan, video pasangan artis yang "bobo bareng", ketua KPK yang membunuh dengan motif (katanya) rebutan wanita. Anggota DPR yang ngotot minta gedung, PNS Ditjen Pajak yang hobinya nyari "duit tambahan", isu terorisme yang lama kelamaan makin ga jelas, film hollywood yang ternyata tidak bayar pajak, pembocor isu mafia pajak yang ternyata terima suap, ribut-ribut soal apakah ketua KPK terima duit suap atau tidak, ribut-ribut soal rekaman makelar kasus, puluhan korban berjatuhan karena tabung gas (bukan teroris), pelecehan (berulang)malaysia seolah indonesia ini wanita murahan, koalisi yang maju mundur tapi tidak untuk rakyat, keras kepalanya nurdin halid, timnas garuda yang kalah terus, prestasi bulu tangkis yang tinggal bulunya, banjir dimana-mana, harga-harga naik terus tapi indeks daya beli belum tentu naik, kemiskinan dimana-mana, maraknya sekolah jahanam yang menolak calon siswa tidak mampu, maraknya rumah sakit biadab yang menolak pasien miskin, dan begitu banyak berita yang tidak enak lainnya. seringkali malas jadinya untuk update berita terbaru.

Inilah kenapa Briptu Norman Kamaru menjadi mendadak tenar melebihi Marzuki Ali (terkutuklah dia).Di saat kehidupan begitu keras untuk sebagian besar rakyat indonesia, polisi muda ini muncul sebagai hiburan untuk sejenak melupakan kegetiran hidup.

Hal itu pula yang di tangkap oleh semua media. Sebagai mana seharusnya sebuah bisnis berjalan, media massa langsung saja mengalihkan liputan dan acara utamanya dari isu politik, ekonomi, sosial dan lainnya ke satu isu saja : briptu norman kamaru. Berhari hari ramai perdebatan apakah dia akan dihukum atau tidak. Setelah ternyata tidak dihukum, perdebatan beralih ke topik apakah dia akan pindah tugas di jakarta, atau apakah dia beralih profesi sebagai artis. Begitu banyak norman berkeliaran sehingga indonesia terkena demam "norman".

dulu hal yang sama terjadi kepada sinta dan jojo. dua dara manis ini tiba-tiba saja jadi artis dadakan setelah mereka memajang video lip sync di abah youtube. tidak sekedar di undang wawancara atau mengisi acara, mereka juga langsung menjadi bintang iklan. sadar bahwa semua ketenaran itu hanya sementara, maka keduanya mengambil langkah yang biasa diambil ketika ada kesempatan, langsung membuat rekaman (yang entah kemana sekarang).

awalnya saya berfikir bahwa Briptu Norman tidak akan aji mumpung dengan menjadi artis dadakan. kemunculan dia diberbagai acara televisi dan radio awalnya ku anggap sebagai hal yang biasa dan wajar adanya. Tapi ketika muncul kabar bahwa briptu norman telah rekaman single yang diproduseri oleh farhat abbas, maka seketika pula hancurlah optimisme tadi.

tiba-tiba saja Briptu Norman dapat tawaran iklan, punya single lagu, mengisi acara, diundang acara, ditawari produser film india, dan entah tawaran apalagi. dalam waktu kurang dari satu bulan, Briptu Norman telah mencapai apa yang diperjuangkan oleh Agnes Monika selama bertahun tahun, instan sekali.

tapi seperti sifatnya mie instan, jika ketenaran ini tidak dikelola dengan baik akan berbalik kepada diri sendiri. banyak sekali kisah orang-orang yang ingin terkenal secara instan dan menempuh cara-cara yang instan pula. ingat acara-acara seperti Akademi Fantasi Indosiar (AFI), Kontes Dangdut indonesia (KDI), dan Super Mama? meski dilengkapi dengan dewan juri untuk menilai kemampuan pesertanya, tetap saja hasil akhir ditentukan oleh banyaknya sms voting. inilah yang membuat banyak peserta yang aslinya hidup susah, betul betul bunuh diri dengan memaksakan diri membayar pendukungnya untuk mengirimkan sms sebanyak banyaknya. untuk lebih jelasnya berkunjunglah ke sini, atau untuk silaturahim ke sini.

kembali ke Briptu Norman. saya harap dengan semua ketenaran yang didapatkan sekarang. tidak membuat dia lupa diri jadi dirinya sebagai polisi. jika memang berniat menjadi artis, tentu itu pilihan pribadi. tapi dia harus betul betul siap karena seperti halnya menjadi polisi, menjadi artis pun benar-benar butuh perjuangan. harus dipahami kehidupan Artis tidak seglamour yang banyak orang kira. dibelakangnya tetap ada cucuran keringat,darah dan air mata.

saya juga berharap masyarakat tidak melihat fenomena Briptu Norman, Sinta dan jojo atau Udin dengan berfikir bahwa ada jalan singkat menuju kesuksesan. Apa yang mereka alami sekarang adalah pengecualian yang tidak akan bertahan lama. Sinta dan Jojo harus tetap casting jika ingin tampil di film atau sinetron, Briptu Norman dan Udin harus tetap latihan vokal agar bisa bersaing dengan penyanyi lain. itulah hukumnya, itulah aturannya.

sebagai penutup ini dia foto2 sinta dan jojo, dan briptu norman :
1. ini lagi asik joged joged di markas



2. norman lagi dihukum nyanyi lagi gara-gara jogednya kelamaan

3. norman dipanggil ke markas pusat, tapi tetep disuruh nyanyi

4. tiba-tiba norman masuk tipi


5. kemudian masuk rekaman


sekarang sinta dan jojo
1. iseng narsis masukin youtube

2. tiba-tiba terkenal dan masuk koran, dan tipi


3. bikin rekaman

4. trus jadi bintang iklan


terus terang kalo yang ini saya ga punya komentar apa-apa

KETIKA KAU BERTEMU DENGAN KEPAHITAN


Kau tahu? terkadang kepahitan tidak datang sekonyong-konyong. Dia datang bertahap. langkah demi langkah. Begitu teratur sehingga seringkali, mereka yang akhirnya bersua dengan pahit melayangkan pandang ke langit dan menjatuhkan tatap ke tanah seraya berkata "seharusnya aku sadari sedari dulu...."

Demikianlah adanya kepahitan. getir bukanlah sesuatu yang didambakan, apalagi untuk dilayangkan undangan. dia bukanlah tamu agung, dia bukanlah kerabat pengobat rindu.

Begitu getir sehingga mereka berharap begitu rupa. Berandai-andai bahwa hidup bisa di ulang dan lembar-lembar masa lalu adalah hayalan yang cela untuk diucapkan. Demikian adanya sang tamu, duhai sahabat.. dia terkadang mengetuk pintu dan beranjak masuk. sungguh sahabat, seiring dia bertamu, maka seluruh duniamu akan menyambut dengan menutupi sinar dengan kelam.

Tapi duhai sahabat, setiap gores-gores kalimat yang kutulis untukmu sebenarnya hanya ulangan dari gurat-gurat kisah yang kau alunkan untukku. ingatkah kau waktu itu? ketika kehidupanku tak lebih dari padang kosong yang ramai dengan belulang kenangan. Waktu itu kau datang, berkata bahwa sang pahit menebarkan sedih dan gelap, untuk ku siram dengan jiwa yang tersisa sehingga pada masanya akan ku tuai bulir-bulir kehidupan?

ingatkah kau duhai sahabat? ingatkah kau ketika hanya dirimu yang tersenyum padaku di padang belulang?... sekarang ku lihat kau termenung, dan kulihat senda guraumu dengan sang pahit.

ah.., begitu adanya.. kulihat bahwa kau telah menduganya semenjak awal. Bahwa kepahitan akan datang, bahkan kali ini dia tidak datang untuk bertamu. dia datang untuk tinggal. duhai sahabat, gerangan kutukan pahit apa yang telah berlaku untukmu?

dan kau tersenyum, dan bertutur bahwa ini semua merupakan rencanamu semenjak awal. kepahitan adalah teman satu satunya yang kau percayai. kau katakan padaku bahwa kepahitan bersedia untuk menunjukan jalan..

jenius. sungguh sahabat, kau telah tahu semenjak awal bahwa hanya ada satu pilihan. kau telah melihat bahwa dunia berkhianat padamu dan kenyataan telah berselingkuh dengan musuhnya sendiri. kau telah melihat bahwa hanya ada satu pilihan untuk melepaskan diri dari pusaran palsu dan tipu daya. kau tahu bahwa kejujuran hanya bersemayam pada sang pahit. bahwa telah lama sang murni berkeluh kesah kepada kepahitan tentang ramainya kampung halamannya dengan abu. begitu banyak abu-abu, demikian katamu.

bijak adanya ketika kau katakan bahwa sang pahit tidak datang untuk mengambil jiwamu pergi. karena dia datang bersama kejujuran dan kebenaran. Ketika kau tahu bahwa pusaran nasib tak memberi pilihan, kau tahu hanya kepada pahit kau bisa mengadu.

duhai sobat, tegapkanlah dadamu. Usah kau sedih melihatku detik ini. Bersahabat dengan kepahitan adalah pilihanku. sungguh sobat, kepahitan adalah teman yang baik. ingatkah ketika kita semua berjalan bersama? ingatkah ketika kau menunjukan jalan, aku memikul beban dan kepahitan menjaga jiwa kita. Menjaga akal sehat kita sehingga langit tetap menjadi langit dan bumi tetap menjadi bumi. Ingatkah masa-masa ketika semuanya tak beraturan dan hanya kita saja yang tetap berjaya.

marilah sobat, jamuan anggur ini tak akan lengkap tanpamu. kepahitan telah menuangkan kegetiran untuk kita teguk bersama. sungguh aku sepi tanpamu sobat, gelas gelas ini telah penuh dan pahit telah menghiasinya dengan daun daun kenyataan. kursi untukmu sobat, kursi ini hanya untukmu.

(di tulis bukan karena cinta, bukan karena harta, semata-mata hanya karena aku memutuskan untuk bersahabat dengan setiap pahit yang bertamu dengan hidupku dan itu menjaga akal sehatku)

Senin, 11 April 2011

HARGA SEMBAKO TANGGAL 11 APRIL 2011

Inih adalah Harga sembilan bahan pokok tanggal 11 April 2011.
sumber : kementerian perdagangan

1. Minyak Goreng Kemasan Rp. 9,445/620ml
2. Minyak Goreng Curah Rp. 10,880/kg
3. Daging Sapi Rp. 68,627/kg
4. Daging Ayam Broiler Rp. 22,897/kg
5. Daging Ayam Kampung Rp. 44,029/kg
6. Telur Ayam Ras Rp 16,186/kg
7. Telur Ayam Kampung Rp 35,529/kg
8. Tepung Terigu Rp 7,584/kg
9. Kedelai Impor Rp 8,416/kg
10. Kedelai lokal Rp 8,708/kg
11. Beras Medium Rp 7,047/kg
12. Gula Pasir Rp 10,892/kg
13. Susu Kental Manis Rp 8,558/397g
14. Mie Instant Rp 1,475/Bungkus
15. Cabe Merah Keriting Rp 19,836/kg
16. Cabe Merah Biasa Rp 19,367/kg
17. Bawang Merah Rp 19,907/kg
18. Ikan Teri Asin Rp 41,443/kg
19. Kacang Hijau Rp 17,245/kg
20. Kacang Tanah Rp 15,877/kg
21. Ketela Pohon Rp 2,837/kg

catatan : data disini sepenuhnya milik kementerian perdagangan. harga diatas dapat berubah sesuai kondisi lapangan.

KELAKUAN DPR DAN ANAK TK

Gus Dur pernah bilang bahwa tidak ada beda antara anak TK dan anggota DPR. saya pribadi tidak setuju dengan perumpamaan ini. Terus terang, dengan menyamakan Anak TK dengan anggota DPR sama saja dengan melecehkan dan menghina anak TK. kenapa saya bilang begitu? karena banyak perilaku anggota DPR, praktis jarang sekali dilakukan oleh anak TK. Jika agan agan masih ragu, mari saya buktikan.

1. Anak TK tidak pernah beramai ramai menginjak meja

2. Anak TK tidak pernah ramai ramai tidur di ruangan




3. Anak TK tidak pernah buka film porno di kelas (dan moga2 di manapun)




4. Anak TK tak pernah bikin video porno
maaf ya.. daripada saya ditangkap karena UU pornografi.. untuk ini ga ada fotonyah

5. Anak TK tidak pernah terima suap

6. Anak TK tidak pernah rusuh dan berkelahi di kelas

daftar perilaku buruk ini sebenarnya masih panjang, dan tak satupun persisnya dilakukan oleh mayoritas anak anak TK di Indonesia. oleh karena itu, sayah mendukung seluruh anak TK di Indonesia untuk menolak keras disamakan dengan anggota DPR..