Blog ini tentang lifehacks alias hal-hal yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Penulis bisa dihubungi firmansyafei@gmail.com atau syafei_firman@yahoo.com
Kamis, 31 Maret 2011
Seminar Entrepreneurship ! Ikut ga ya?
Sering kita dengar pendapat bahwa jalan menuju kekayaan dan kesuksesan adalah dengan menjadi wirausaha. Pendapat itu menyatakan bahwa dengan menjadi wirausaha, kita akan mencapai apa yang disebut kebebasan finansial. Yaitu sebuah kondisi dimana “uang bekerja untuk kita, dan bukan sebaliknya”. Seringkali istilah kebebasan financial digambarkan bahwa seseorang dapat duduk santai tanpa harus bekerja apa-apa tapi tetap menerima aliran uang!!!
Seolah wirausaha merupakan kata sakti dimana semua masalah akan selesai dengannya, maka hampir setiap hari ada saja seminar atau pelatihan yang bertema “menjadi pengusaha sukses”. Jargonnya pun bermacam-macam tapi sebenarnya serupa. Yang satu bertema “Cara Gila Menjadi Pengusaha”, yang lain mengklaim sebagai raja “financial revolution”, tetangganya mengaku punya “golden ways”, sebelahnya memprovokasi agar “berhenti sekolah jika ingin kaya”. Jika dulu digunakan istilah pelatih, sekarang itu tidak berlaku lagi. Karena demi alasan komersial, maka istilah pelatih diganti menjadi fasilitator, coach, trainer, motivator, navigator, master dan gelar sejenis lainnya.
Dari sekian banyak seminar dan pelatihan yang saya pernah ikuti, saya bisa simpulkan tiga hal. Pertama, semuanya bertujuan untuk membantu anda memperbaiki diri. kedua, beberapa menawarkan peluang bisnis (contohnya MLM atau frenchise). Ketiga, banyak pengisi acaranya meski mengaku sukses sebagai pengusaha, sebenarnya bisnis pelatihan itulah bisnis utamanya. Beberapa kali, saya pernah jadi panitia sebuah acara training. Si trainer mengklaim dirinya pengusaha dan punya bisnis di sana sini. Bahkan dia mengaku ketua asosiasi pengusaha ini dan itu. Lama kelamaan saya faham bahwa itu semuanya bisnis dia yang lama dan sedang mandek. Soal ketua asosiasi? Ternyata anggotanya hanya hitungan jari.
Beberapa dari anda pasti bertanya apakah salah punya bisnis training? Tentu tidak, itu bisnis yang baik, sah dan tidak melawan hukum. Jadi jika anda kebetulan seorang trainer, saya tegaskan bahwa itu bukanlah bisnis yang buruk, selama anda jujur dan tidak mengaku-ngaku. Saya hanya ingin menunjukan agar orang tidak gampang terbuai dengan klaim-klaim dari beberapa trainer yang saya nilai berlebihan. Saya pribadi pernah bekerja di suatu lembaga training. Selama bekerja disana, kami tidak pernah membuat klaim yang memang tidak ada buktinya.
Apakah mengikuti pelatihan dan seminar seperti itu bermanfaat? Saya kira ya. Anda perlu sekali-kali hadir didalamnya. Tapi jangan berharap terlalu banyak, karena what you see and hear mostly is what you get. Banyak sahabat kecewa karena mereka berfikir dengan rajin-rajin ikut pelatihan dan seminar, hidup mereka akan secara ajaib berubah. Salah besar.
Seminar dan pelatihan, apakah itu motivasi, wirausaha, finansial atau lainnya, hanya membantu anda untuk merubah cara pandang dan sikap mental. Ibarat api, semangat membara yang anda rasakan begitu keluar dari forum pelatihan hanya bertahan lama jika “bahan bakar” dalam jiwa anda memang banyak. Artinya, bukan salah trainernya, tapi salah mental kita yang memang gampang loyo.
Kedua, kegagalan sering terjadi karena tidak konsisten menjalankan materi pelatihan. Katakanlah anda mengikuti seminar wirausaha. Pastilah anda diajarkan untuk tidak berhenti berusaha, sekarang tanyakan pada diri anda sendiri, benarkah kita konsisten untuk berusaha terus? Atau ketika diminta untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, jangan-jangan kita manja dengan terus memakan kas bisnis untuk kepentingan konsumtif.
Ketiga, kita sering terjebak dalam ilusi sosok. Bahwa kita ikut pelatihan hanya karena sosoknya bukan substansinya. Saya punya teori bahwa saat ini, trainer tak ubahnya selebritis sehingga komunikasi antara peserta pelatihan dan trainernya tak berbeda ketika artis ketemu fans. Mungkin si trainer tidak berubah, tapi para peserta tidak lagi melihat dirinya sebagai trainer biasa, tapi artis!
Lebih gawat lagi, ada ilusi lain yang seolah sengaja disebarkan. Yaitu ilusi bahwa sosok trainer adalah manusia sempurna yang diturunkan dari langit untuk menjawab segala permasalahan manusia. Saya faham bahwa seorang trainer harus tampil sempurna. Sekali gagal menjawab pertanyaan peserta, maka tamatlah karirnya. Tapi coba lihat brosur, buku, atau publikasi lain tentang acara pelatihan seperti ini. Seringkali sosok trainer digambarkan terlalu berlebihan yang ujung-ujungnya akan mengecewakan peserta. “aaah kalo begini aja, gua juga bisa… nyesel deh”, tak asing dengan keluhan seperti ini? Saya tidak kaget.
Untuk anda yang ingin menjadi seorang wirausaha dan berniat mengikuti training “jadi pengusaha”, saya mendukung sepenuhnya. Tapi harap ingat, sedahsyat apapun acaranya tetap saja sifatnya training alias latihan. Ibarat belajar nyetir, tentu kita tidak langsung bisa. Harus belajar teori dulu, belajar aturan dulu. Begitu juga dengan training. Apapun namanya, siapapun trainernya, sebenarnya tak beda dengan masuk ke ruang kelas dan belajar. Akan lebih baik jika memang diniatkan untuk mencari ilmu dan mencoba merubah pola pikir, bukan untuk mencari jalan cepat menuju sukses. Maaf saudara, mencari kekayaan dengan ilmu hitam pun perlu proses. Siapa bilang punya tuyul tidak pake biaya dan usaha? Jika di perjalanan anda mengalami kegagalan, jangan salahkan trainernya. Karena memang bukan tanggung jawabnya.
Terakhir, saya sarankan agar anda melupakan mimpi soal kebebasan financial. Tak ada ceritanya bahwa suatu saat kita bisa tetap duduk santai dan uang akan terus masuk begitu saja. Coba baca kisah-kisah orang-orang terkaya dunia. Bahkan dengan kekayaan begitu besarpun mereka masih tetap bekerja. Para investor terkaya dunia masih harus tetap terjun mengawasi dana yang mereka investasikan. Karena jika tidak, mereka akan dilibas oleh persaingan bisnis. Lupakan juga soal pelihara tuyul, saya tidak pernah dengar ada orang jadi milyuner karena bisnis tuyul.
Rabu, 30 Maret 2011
REVIEW LARIS MANIS JUAL BELI LEWAT KASKUS
Hari gini memang perlu kreatif. Segala sesuatu pasti berubah, dan hanya dengan berubah kita akan bertahan. Begitu juga dengan berbisnis. Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama jika masih ingin tetap punya gelar “juragan”. Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi sekedar bangun toko, pajang barang dagangan, sebar iklan atau brosur dan berharap pelanggan datang.
Di era dimana bocah-bocah SD sudah menjelajah facebook dan twitter, maka sudah saatnya memanfaatkan media internet untuk memasarkan bisnis kita. Salah satunya adalah melalui situs jualbeli. Situs seperti ini sangat menguntungkan karena penjual tidak perlu repot-repot mengelola toko dan menyewa pegawai. Di sisi lain, Pembeli memiliki pillihan informasi lebih banyak sehingga memudahkan untuk menentukan pilihannya.
Saat ini, situs jual beli online terbesar di Indonesia adalah kaskus. Tercatat, Kaskus memiliki 2.763.814 anggota (termasuk saya), dan ratusan juta postingan iklan. Tidak sekedar kumpulan iklan, Kaskus juga merupakan sebuah komunitas yang memiliki keunikan sendiri. Kata-kata seperti “pertamax”, “agan/gan/Juragan”, “menuju TKP”, “copas”, “repost”, “cendol” atau “bata merah” adalah khas komunitas Kaskus yang akhirnya terpaksa diikuti oleh forum lain. Sebenarnya selain kaskus, masih banyak situs sejenis seperti indonetwork.com, berniaga.com, tokobagus.com, atau jual-beli.com. Namun tidak seperti kaskus yang memiliki aura “pasar lapak” yang kental dengan nuansa keakraban, banyak situs jual beli lain yang tak lebih dari kumpulan iklan yang dingin dan kaku.
Untuk anda-anda yang newbie…, maka seorang Kaskuser senior (begitu dia menyebut dirinya) telah menulis sebuah buku untuk memandu para pemula berjual beli di Kaskus. Buku ini berjudul “Laris Manis Jual Beli lewat Kaskus”. Buku ini ditulis oleh Sisti Handayani dan diterbitkan oleh Penerbit Mediakom. Buku ini cukup tipis (hanya 96 hal) dan diterbitkan pada tahun 2010.
Meski cukup tipis, buku ini sangat informatif dan menjelaskan kepada setiap pembaca bagaimana menggunakan fitur-fitur kaskus termasuk aturan-aturan jual beli dan norma-norma yang berlaku dalam komunitas kaskus. Beberapa poin yang dijelaskan dalam buku antara lain (1) Keuntungan bergabung dalam Kaskus, (2) cara membuat lapak baru, (3) cara tepat mengelola dan mempromosikan lapak dagangan, (4) metode pembayaran jual beli, (5) menggunakan RekBer (rekening bersama), (6) tips mencari produk di Kaskus, dan (7) tips transaksi online yang aman.
Buku ini sangat baik untuk para pemula (termasuk saya) untuk mengetahui seluk beluk “pasar lapak” Kaskus. Karena meskipun online, berjualan di kaskus perlu trik trik tersendiri. Tahukah anda bahwa salah satu cara mencegah postingan baru menutupi postingan lapak anda adalah dengan “disundul”? atau bahwa fitur “spoiler” bisa digunakan sebagai etalase firtual dagangan anda? untuk anda yang hendak berjualan di Kaskus, saya merekomendasikan buku ini sebagai salah satu pilihan referensi.
Pada dasarnya berjualan di kaskus hanya meminimalisir biaya dan memperbesar jangkauan pemasaran (menjadi sangat besar). Berhasil atau tidaknya jualan anda berpulang kembali pada kerja keras dan kesungguhan. Berikut adalah berapa tips agar bisa sukses berjualan di Kaskus yang dibagikan dalam buku ini:
1. Berikan deskripsi produk/jasa sejelas mungkin, seperti ukuran, material, warna, berat, kondisi dan lain-lain.
2. Ada pilihan penggunaan rekening bersama FJB untuk keamanan.
3. Jaga reputasi anda dengan baik yaitu :
a. Jaga mutu barang/jasa yang ditawarkan
b. Selalu mengikuti perjanjian transaksi yang telah disetujui dengan pembeli
c. Jaga kepuasan pelanggan dan tawarkan pembeli yang puas untuk memberikan testimonial
4. Pilihlah judul postingan/thread yang singkat dan mewakili produk yang anda jual. Jangan sekali-kali memakai singkatan.
5. Untuk menambah kepercayaan pembeli, anda dapat membuat avatar seller, yaitu avatar khusus dimana untuk mendapatkannya harus mengisi beberapa data pribadi, seperti nama, ID kaskus, alamat, nomor telepon/HP, email, dan lampiran foto KTP beserta buku tabungan.
6. Usahakan untuk komunikatif yaitu selalu menjawab semua pertanyaan pelanggan (ini pengalaman pribadi setelah ketemu seller yang ga niat jualan)
Selain untuk penjual, buku ini juga memberikan tips berbelanja di kaskus. Bagaimanapun dunia ini ga semuanya orang baik bukan? Berikut adalah tips berbelanja yang aman di kaskus :
1. Teliti sebelum membeli, periksa terlebih dahulu si penjual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Cari semua postingan si penjual, pastikan tidak ada satupun thread si penjual berada dalam sub forum blacklist (kunjungi www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=270)
b. Lihat testimony dari para pembeli yang pernah bertransaksi dengan penjual tersebut.
c. Lihat reputasinya. Jangan bergantung pada label “ijo-ijo”.
d. Bertanya atau berkonsultasi dengan sesama kaskuser
e. Lihat pada akhir thread, siapa tahu dulunya baik sekarang mulai “nakal”.
2. Jangan pernah memberikan informasi seperti nomor rekening, aku paypal dan informasi financial lainnya
3. Selalu untuk menukar barang langsung di depan muka. Jika anda mengikuti peraturan ini, maka kemungkinan besar akan selamat dari penipuan. Jika bertransaksi langsung , harap membawa teman sebagai saksi atau untuk membantu mengecek barang. Dengan demikian usahakan selalu COD alias barang antar dulu baru uang.
4. JIka COD, periksa secara detil barang yang hendak dibeli, tanyakan kelebihan dan kekurangan dari barang tersebut, tanyakan juga bagaimana dengan layanan purna jual dan garansi (jika ada)
5. Jika tidak memungkinkan untuk COD, minta teman yang satu kota dengan penjual untuk memeriksa barang tersebut sebelum bertransaksi
6. Jangan pernah mengirim uang melalui Wire-transfer service
7. Jauhilah semua transaksi yang dilakukan dengan pengiriman barang. Hanya scammer yang akan menggaransi transaksi anda.
8. Kaskus tidak pernah mengikuti dan mengawasi atau turut campur atas adanya semua transaksi yang terjadi di forumnya. Kaskus juga tidak menangani pembayaran, garansi, transaksi, lelang dan seterusnya. Sehingga pembeli harus benar-benar berhati-hati ketika melakukan transaksi.
Sebagai kesimpulan, berjualan dan berbelanja di Kaskus memberikan kemudahan dan keuntungan tersendiri. khususnya untuk pembeli, berbelanja di kaskus memberikan kesempatan untuk mendapatkan barang/jasa dibawah harga pasar, karena para penjual otomatis tidak terbebani biaya sewa toko dan lain-lain. Namun demikian, tetap perlu berpegang pada prinsip kehati-hatian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Ngomong-ngomong, tahukah anda kalau kaskus itu singkatan dari kasak kusuk?
Sabtu, 26 Maret 2011
REVIEW FEMALE BRAIN
Kalau boleh jujur, tak satupun laki-laki baik sejati maupun setengah-setengah yang betul betul memahami isi kepala dan hati wanita. Andaipun ada yang mengklaim seperti itu, bisa dijamin bahwa pada dasarnya orang tersebut hanya membual saja. Aku masih ingat petuah bijak bahwa pada dasarnya para laki-laki cukuplah untuk berusaha mengerti, karena untuk bersusah payah memahami sama saja hendak menjangkau rembulan.
Berangkat dari ketidakmampuan tadi. Beredarlah banyak mitos di kalangan laki-laki perihal wanita. Entah membaca isi hatinya, entah mengetahui isi kepalanya, atau sekedar bagaimana merebut cintanya (yang terakhir ini paling banyak beredar). Demikian banyak mitos yang beredar, banyaklah pula laki-laki yang tertimpa sial sebagai korban ketidak akuratan mitos-mitos tersebut. Seorang teman saya nekad menjahili habis-habisan wanita pujaannya karena termakan mitos yang dia tonton di sinetron. Kalau tidak salah mitosnya seperti ini : bermula dari benci jadi cinta. Nasibnya perih nian, cinta tak jua hadir, yang hadir hanya pacar sang wanita, dan beberapa bogem di sana sini.
Aku secara pribadi meski berusaha untuk mengerti, lebih sering tidak bisa menjangkau bagaimana seorang wanita memandang dunianya. Jika dibuat daftar, maka banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan kepada para wanita dengan harapan mendapat jawaban jujur. Sebagai contoh, kenapa wanita memakai hak tinggi meski tahu menyakitkan dan merusak kulit? Mengapa para wanita berpegangan tangan ketika berjalan bersama? Padahal kami para laki-laki akan langsung dicap manusia homo kalau melakukan hal yang sama. Mengapa berupa keras meluruskan rambut, ketika rambut ikal atau bergelombang justru dianggap indah oleh banyak laki-laki? Mengapa naik berat badan meski cuma 3 kg merupakan mimpi buruk ? Mengapa memasang lensa kontak padahal lensa mata asli adalah jendela terindah di dunia ? Mengapa memasang kawat gigi padahal tidak ada yang perlu diluruskan ? kenapa begitu menggemari sinetron padahal aktingnya mengerikan, ceritanya sampah, dan isinya tak lebih dari kebohongan? Kenapa dan kenapa, daftarnya akan terus memanjang.
Untuk menjawab begitu banyak pertanyaan tadi, beberapa laki-laki secara diam-diam berlangganan majalah khusus perempuan (atau diam-diam membaca majalah adiknya). Beberapa laki-laki lain bergabung dengan geng perempuan dengan mengorbankan rasa hormat dari teman-temannya. Beberapa memacari begitu banyak wanita hanya untuk menemukan bahwa mereka tak mengerti apapun. Beberapa laki-laki putus asa pergi ke situs situs keramat mencari ilham. Dari sekian banyak upaya (yang seringkali konyol) mencapai pengertian tentang wanita, hanya satu yang konon sangat ampuh dan disarankan para arif bijaksana : menikahi salah satu dari mereka.
Oleh karena itu, meski tidak mungkin menjelaskan secara sepenuhnya, buku The Female Brain karangan Louann Brizendine setidaknya membantu kita untuk membuka selubung misteri tentang isi kepala para wanita. Terutama bagaimana para wanita melihat dunianya, dan proses pengambilan keputusannya. Tentu anda penasaran, kenapa isi kepala? Maksudnya isi hati? Bukan saudara, buku ini membahas isi kepala wanita ditinjau dari ilmu neuropsikiatri (saraf jiwa). Jadi jika anda berharap untuk mengetahui isi hati wanita, sebaiknya anda langsung bertanya pada yang bersangkutan.
Sebagaimana telah dijelaskan tadi, buku ini menganalis psikologi wanita dipandang dari ilmu syaraf. Secara umum buku ini menjelaskan proses perkembangan otak wanita dari semenjak lahir sampai masa tua dan efeknya terhadap kondisi kejiwaan, kepribadian dan perilakunya. Meski bersifat kedokteran, tapi buku ini ditulis dengan sangat baik sehingga dapat dimengerti oleh orang awam. Setiap fase perkembangan dijelaskan secara per bab sehingga memudahkan para pembaca.
Dengan detil, penulis menjelaskan fase demi fase kehidupan seorang wanita dan perkembangan psikologinya. Karena didasarkan pada disiplin ilmu saraf, buku ini berbicara mengenai perkembangan otak dan hormon hormon yang terlibat didalamnya. Perpaduan dua hal ini (otak dan hormon) secara langsung mempengaruhi perilaku dan kejiwaan wanita.
Untuk mereka yang penasaran, buku ini memberikan jawaban tentang fenomena-fenomena khas wanita, seperti mengapa wanita lebih banyak berbicara dari pada pria. Atau bagaimana kehadiran bayi mampu mengubah dunia seorang wanita. Tahukah anda bahwa bayi yang sedang menyusu mengaktifkan hormone oksitosin, dopamine, dan prolaktin pada otak si ibu yang memicu perasaan bahagia dan damai melebihi efek morfin? Bahkan dalam buku ini dijelaskan cara seorang wanita mengetahui bahwa anda sedang berbohong. Buku ini juga memberikan informasi-informasi bermanfaat seperti siklus haid, sex, dan kehamilan.
Pada bagian akhir buku ini penulis menyediakan matriks singkat perubahan psikologi dan perilaku wanita sesuai fase-fase yang dialaminya. Saya menemukan matriks ini sangat berguna karena memberikan informasi yang lengkap dari fase janin sampai fase pascamenopause. Sebagai kesimpulan, kalau anda ingin memahami wanita, lupakan saja. Tapi jika anda ingin mencoba mengerti mereka, buku ini bisa jadi salah satu referensi
Perpustakaan kecilku...
aku selalu bercita-cita punya perpustakaan. mungkin kelak rumahku penuh dengan buku. satu hal yang pasti, mereka tidak akan berdebu. Rak kecil ini cikal bakal rumahku, yang Insya Allah akan penuh dengan buku.
i like this..
Kamis, 24 Maret 2011
si coklat kotak
Mulai hari ini aku akan ditemani teman kerja baru. Belum diberi nama memang, tapi sementara ini dia dipanggil “coklat”, sesuai dengan warna tubuhnya. Si coklat ini punya tampang monoton persis seperti namanya. Sangat kaku, irit desain apalagi warna. Bentuk fisiknya yang kotak persegi sudah cukup menjelaskan bahwa dia diciptakan sekedar untuk keperluan fungsi. Urusan lain seperti estetika harap lupakan saja. Begitu standarnya bentuk si coklat, Andai dia main sembarangan ke dapur, mungkin ibu akan menjadikannya tatakan gelas atau alas untuk memotong wortel.
Selain membosankan, si coklat juga hobi makan tempat. Si geulis yang setia menemaniku bekerja saja tidak serakus ini. Tapi mentang-mentang baru, enak saja dia menghabiskan jatah meja kerjaku. Saking lebarnya, buku-buku diatas meja harus rela turun tahta. Biasanya di simpan penuh khidmat sebagai warga kehormatan, sekarang harus ikhlas mengungsi di lantai. Akan kucarikan buku-buku ini tempat yang layak, tapi sebelum itu harus kuurus dulu anak baru yang seenaknya ini.
Tampaknya, kalbu ini memang belum rela berpisah dengan si geulis. Hampa segera mencekat ketika kuambil keputusan bahwa kami harus berpisah. Harap maklum, dia telah menemaniku selama dua tahun ini. Melewati siang dan malam, saat senang ataupun sulit. Seburuk apapun keadaannya, dia tak pernah mengeluh. Tak perduli panas terik atau deras hujan, tak hirau seberat apapun jalan yang harus kami tempuh.
Kian berat perpisahan ini karena selama dua tahun ini dia tak pernah menuntut lebih dariku. Si geulis tak pernah protes kalau aku ini bekerja sampai malam. Tak sekalipun dia marah sekiranya aku pergi dan tak mengajak dirinya. Diapun menerima diriku apa adanya. Tak pernah terucap permintaan agar aku memperlakukan dirinya seperti orang lain, atau meminta diriku menjadi seseorang yang lain. selama kebersamaan kami, dia telah menjadi teman di saat senang maupun susah
Oleh karena itu, ketika aku mencari mitra kerja yang baru, aku masih belum bisa lepas dari bayang-bayang si geulis. Terpatri kuat dalam benakku tubuhnya yang berisi dan berwarna hitam. Hitamnya tidak setengah-setengah, apalagi plin plan. Sekali melihat, seseorang bisa langsung tahu bahwa si geulis adalah tipe yang tidak serius dan pantang bermain-main dalam urusan pekerjaan. Tubuhnya yang padat berisi namun ramping memancarkan aura bahwa dia bekerja dengan mengutamakan kecepatan dan kesederhanaan. Boleh jadi, bayangan seperti itulah yang membuatku mencari sosok yang mirip dengan si geulis. Apa boleh buat, yang kudapatkan adalah si coklat.
Sebenarnya kalau boleh jujur, warna si coklat tidak betul-betul coklat, karena kalau dilihat secara seksama tapi tidak dalam tempo yang singkat, warnanya justru lebih mirip besi karatan akut. Tentu agan agan pernah melihat besi rongsok yang karatan bukan? Nah begitulah kira-kira warnanya…, itulah kenapa lama-lama kulihat anak baru ini makin membosankan. Seolah mengamini petuah orang bijak, rasa sesal semakin mendera kalbu setelah aku melihat brosur dari toko yang menyatakan bahwa notebook sejenis dijual dengan tiga varian warna: coklat, merah dan biru.
Demikianlah saudara sekalian, aku baru saja membeli sebuah notebook baru. Setelah pemikiran panjang (super panjang) untuk membeli sebuah laptop, ditambah waktu yang panjang (yang ini agak panjang) untuk survey di internet maka jadilah siang tadi aku membulatkan tekad untuk membeli sebuah notebook. Setelah tanya sana sini, browsing siang malam, Aku memutuskan untuk membeli notebook. Awalnya, aku punya opsi untuk membeli netbook, notebook atau Ipad.
Netbook enak untuk dibawa kemana-mana karena ringan dan ringkas. Sangat bagus untuk bekerja di lapangan. Untuk anda yang hobi traveling atau sering bepergian, netbook bisa jadi teman yang menyenangkan untuk menulis catatan selama melancong atau kunjungan kerja. Keunggulan netbook memang terletak di ukurannya yang kecil dan ringan (ukuran rata-rata 30cmx20cm dan berat dibawah 1,5 kg). Meskipun kecil, netbook umumnya telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi kenyamanan bekerja.
Secara umum spesifikasi netbook (semua merk) sudah cukup memadai jika keperluannya sekedar untuk kerja kantoran. Ukuran harddisc-nya sudah sangat besar (antara250-320 GB) dengan Memori RAM minimal 1 GB. Setahu saya, seluruh pabrik (kecuali yang khilaf) telah menyertakan perangkat standar seperti wi-fi, bluetooth, ethernet LAN, USB port, card reader dan webcam untuk bernarsis ria.
Namun karena budgetku hanya 4 juta (pas segitu-gitunya), netbook langsung kuhapus dari daftar. Setelah kubandingkan antara kualitas, harga dan keperluanku maka dengan harga saat ini (antara 3 – 5 jutaan) maka kuanggap membeli netbook bukan pilihan yang tepat. Netbook tidak memiliki Drive DVD, banyak dikeluhkan cepat panas dan memiliki ukuran prosesor seadanya (kinerjanya tidak bisa dipaksa). Dengan demikian, untuk keperluanku yang sekedar untuk menulis artikel dan online di rumah, maka membeli netbook masuk ke dalam istilah : kemahalan.
Lanjut pada pilihan kedua : IPad. IPad sebenarnya bukan ditujukan sebagai pengganti computer. Dia sebenarnya dirancang sebagai e-Book Reader. Jika anda mengharapkan kinerja seperti notebook maka lupakan saja. Memang sih kita bisa mendengarkan musik, nonton film, mengakses Facebook, Twiter, Maps, YouTube, iTunes, Mail, Safari dan kegiatan surfing lainnya di dunia maya.
Seperti semua desain keluaran Apple, Ipad mempunyai tampilan yang menarik. Ukurannya sebesar buku dengan Seberapa dimensi 9.56 x 7.47 x 0.5 inci (sedikit lebih besar daripada Samsung galaxy tab), dengan berat hanya 1.5 pounds. iPad menawarkan ruang data mulai dari 16GB, 32 GB sampai 64GB, itu artinya kita bisa menyimpan ratusan bahkan ribuan lagu di iPad. iPad mampu bertahan selama 10 jam bahkan lebih saat digunakan untuk browsing maupun kegiatan lainnya
Sayangnya IPad tidak memiliki fitur Real Multi Tasking. Jangan bermimpi membuka twitter, facebook, dengerin musik sampai skype pada waktu bersamaan. Sial semakin bertambah ketika ternyata IPad belum mensupport Flash, yang menjadikan kita browsing tanpa minim tampilan animasi. Malang tak dapat ditolak, tampaknya Apple khilaf melengkapi IPad dengan kamera. Selamat tinggal narsis… harganya juga tidak kepalang ampun. Dengan begitu banyak fitur yang hilang, aku harus merogoh rekeningku dalam dalam. Saat ini IPad dijual antara 4,5 – 9 jutaan. Ah, lupakan saja.
Dengan hilangnya dua pilihan yang lain, maka pilihanku tinggal notebook. Pertanyaannya, notebook merk apa yang harus aku pilih. Begitu banyak merk diluar sana dan semuanya persis calon lurah : kami notebook nomor 1. Karena kebutuhanku sebenarnya hanya untuk keperluan menulis dan browsing, maka sebenarnya spesifikasi yang kubutuhkan hanya bersifat standar saja.
Pantaslah jika orang bilang mencari jodoh itu gampang-gampang sulit. Ternyata sekedar membeli notebook saja membutuhkan waktu seharian penuh. Maklumlah, seperti yang saya bilang tadi, semua merk berteriak lantang bahwa mereka nomor satu. Saran saya, jika suatu hari nanti anda hendak membeli perangkat elektronik, entah besok entah lusa, maka jujurlah pada hati dan kantong anda. Jangan membohongi diri jika memang tak mampu, cukuplah membeli yang sesuai kebutuhan.
Demikianlah, hari itu saya bertekad bagaimana dengan bujet yang ada bisa mendapatkan kualitas yang sebenarnya lebih mahal. Kunamakan ini prinsip “best buy”, yaitu dengan biaya seminim mungkin bisa mendapatkan barang sebanyak atau sebagus mungkin. Entah kenapa, ada beberapa orang menyebut prinsip ini dengan sebutan pelit.
Saya membagi merk notebook menjadi dua tipe. Pembagian ini sepenuhnya didasarkan pada harga jual notebook dengan spesifikasi standar (minimal harddisc 250 GB, memory 1GB DDR 2, layar 12 inch, punya DVD RW, webcam, wifi, Bluetooth, LAN dan USB port, dan memory card slot). Tipe pertama adalah tipe mahal, yaitu merk yang mayoritas tipe notebooknya dibandrol diatas 5 jutaan. Termasuk jenis ini adalah merk Fujitsu, Sony, Asus dan Toshiba. Tipe kedua adalah tipe moderat, yaitu merk yang selain memiliki lini produk mahal, tapi juga menyediakan tumpuan harapan para kantong cekak. Termasuk dalam jenis ini adalah merk Acer, HP, Lenovo, Axioo dan Advance.
Saya mencari notebook termurah berdasarkan patokan spesifikasi diatas. Akan lebih mantap lagi jika bisa mendapatkan kualitas diatasnya dengan harga yang sama. Dan memang betul kata orang, kalau sudah rezeki tidak akan lari (asal dicari). Saya akhirnya membeli ACER Aspire 4253 keluaran tahun 2011 dengan spesifikasi sebagai berikut : Processor AMD E350 1,3 GHz, layar 14.0 HD LED LCD, grafis AMD Radeon HD 6310, memory 1 GB DDR 3, Harddisc 500 GB, DVD Super Multi DL Drive, OS Windows 7 Asli dengan harga Rp. 4.050.000, dan ya, warnanya memang coklat. Harusnya aku beli yang warna merah saja. Sekarang, aku mengetik artikel ini bersama si coklat. Si geulis sedang istirahat, besok aku ketemu dia lagi.
Selain membosankan, si coklat juga hobi makan tempat. Si geulis yang setia menemaniku bekerja saja tidak serakus ini. Tapi mentang-mentang baru, enak saja dia menghabiskan jatah meja kerjaku. Saking lebarnya, buku-buku diatas meja harus rela turun tahta. Biasanya di simpan penuh khidmat sebagai warga kehormatan, sekarang harus ikhlas mengungsi di lantai. Akan kucarikan buku-buku ini tempat yang layak, tapi sebelum itu harus kuurus dulu anak baru yang seenaknya ini.
Tampaknya, kalbu ini memang belum rela berpisah dengan si geulis. Hampa segera mencekat ketika kuambil keputusan bahwa kami harus berpisah. Harap maklum, dia telah menemaniku selama dua tahun ini. Melewati siang dan malam, saat senang ataupun sulit. Seburuk apapun keadaannya, dia tak pernah mengeluh. Tak perduli panas terik atau deras hujan, tak hirau seberat apapun jalan yang harus kami tempuh.
Kian berat perpisahan ini karena selama dua tahun ini dia tak pernah menuntut lebih dariku. Si geulis tak pernah protes kalau aku ini bekerja sampai malam. Tak sekalipun dia marah sekiranya aku pergi dan tak mengajak dirinya. Diapun menerima diriku apa adanya. Tak pernah terucap permintaan agar aku memperlakukan dirinya seperti orang lain, atau meminta diriku menjadi seseorang yang lain. selama kebersamaan kami, dia telah menjadi teman di saat senang maupun susah
Oleh karena itu, ketika aku mencari mitra kerja yang baru, aku masih belum bisa lepas dari bayang-bayang si geulis. Terpatri kuat dalam benakku tubuhnya yang berisi dan berwarna hitam. Hitamnya tidak setengah-setengah, apalagi plin plan. Sekali melihat, seseorang bisa langsung tahu bahwa si geulis adalah tipe yang tidak serius dan pantang bermain-main dalam urusan pekerjaan. Tubuhnya yang padat berisi namun ramping memancarkan aura bahwa dia bekerja dengan mengutamakan kecepatan dan kesederhanaan. Boleh jadi, bayangan seperti itulah yang membuatku mencari sosok yang mirip dengan si geulis. Apa boleh buat, yang kudapatkan adalah si coklat.
Sebenarnya kalau boleh jujur, warna si coklat tidak betul-betul coklat, karena kalau dilihat secara seksama tapi tidak dalam tempo yang singkat, warnanya justru lebih mirip besi karatan akut. Tentu agan agan pernah melihat besi rongsok yang karatan bukan? Nah begitulah kira-kira warnanya…, itulah kenapa lama-lama kulihat anak baru ini makin membosankan. Seolah mengamini petuah orang bijak, rasa sesal semakin mendera kalbu setelah aku melihat brosur dari toko yang menyatakan bahwa notebook sejenis dijual dengan tiga varian warna: coklat, merah dan biru.
Demikianlah saudara sekalian, aku baru saja membeli sebuah notebook baru. Setelah pemikiran panjang (super panjang) untuk membeli sebuah laptop, ditambah waktu yang panjang (yang ini agak panjang) untuk survey di internet maka jadilah siang tadi aku membulatkan tekad untuk membeli sebuah notebook. Setelah tanya sana sini, browsing siang malam, Aku memutuskan untuk membeli notebook. Awalnya, aku punya opsi untuk membeli netbook, notebook atau Ipad.
Netbook enak untuk dibawa kemana-mana karena ringan dan ringkas. Sangat bagus untuk bekerja di lapangan. Untuk anda yang hobi traveling atau sering bepergian, netbook bisa jadi teman yang menyenangkan untuk menulis catatan selama melancong atau kunjungan kerja. Keunggulan netbook memang terletak di ukurannya yang kecil dan ringan (ukuran rata-rata 30cmx20cm dan berat dibawah 1,5 kg). Meskipun kecil, netbook umumnya telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi kenyamanan bekerja.
Secara umum spesifikasi netbook (semua merk) sudah cukup memadai jika keperluannya sekedar untuk kerja kantoran. Ukuran harddisc-nya sudah sangat besar (antara250-320 GB) dengan Memori RAM minimal 1 GB. Setahu saya, seluruh pabrik (kecuali yang khilaf) telah menyertakan perangkat standar seperti wi-fi, bluetooth, ethernet LAN, USB port, card reader dan webcam untuk bernarsis ria.
Namun karena budgetku hanya 4 juta (pas segitu-gitunya), netbook langsung kuhapus dari daftar. Setelah kubandingkan antara kualitas, harga dan keperluanku maka dengan harga saat ini (antara 3 – 5 jutaan) maka kuanggap membeli netbook bukan pilihan yang tepat. Netbook tidak memiliki Drive DVD, banyak dikeluhkan cepat panas dan memiliki ukuran prosesor seadanya (kinerjanya tidak bisa dipaksa). Dengan demikian, untuk keperluanku yang sekedar untuk menulis artikel dan online di rumah, maka membeli netbook masuk ke dalam istilah : kemahalan.
Lanjut pada pilihan kedua : IPad. IPad sebenarnya bukan ditujukan sebagai pengganti computer. Dia sebenarnya dirancang sebagai e-Book Reader. Jika anda mengharapkan kinerja seperti notebook maka lupakan saja. Memang sih kita bisa mendengarkan musik, nonton film, mengakses Facebook, Twiter, Maps, YouTube, iTunes, Mail, Safari dan kegiatan surfing lainnya di dunia maya.
Seperti semua desain keluaran Apple, Ipad mempunyai tampilan yang menarik. Ukurannya sebesar buku dengan Seberapa dimensi 9.56 x 7.47 x 0.5 inci (sedikit lebih besar daripada Samsung galaxy tab), dengan berat hanya 1.5 pounds. iPad menawarkan ruang data mulai dari 16GB, 32 GB sampai 64GB, itu artinya kita bisa menyimpan ratusan bahkan ribuan lagu di iPad. iPad mampu bertahan selama 10 jam bahkan lebih saat digunakan untuk browsing maupun kegiatan lainnya
Sayangnya IPad tidak memiliki fitur Real Multi Tasking. Jangan bermimpi membuka twitter, facebook, dengerin musik sampai skype pada waktu bersamaan. Sial semakin bertambah ketika ternyata IPad belum mensupport Flash, yang menjadikan kita browsing tanpa minim tampilan animasi. Malang tak dapat ditolak, tampaknya Apple khilaf melengkapi IPad dengan kamera. Selamat tinggal narsis… harganya juga tidak kepalang ampun. Dengan begitu banyak fitur yang hilang, aku harus merogoh rekeningku dalam dalam. Saat ini IPad dijual antara 4,5 – 9 jutaan. Ah, lupakan saja.
Dengan hilangnya dua pilihan yang lain, maka pilihanku tinggal notebook. Pertanyaannya, notebook merk apa yang harus aku pilih. Begitu banyak merk diluar sana dan semuanya persis calon lurah : kami notebook nomor 1. Karena kebutuhanku sebenarnya hanya untuk keperluan menulis dan browsing, maka sebenarnya spesifikasi yang kubutuhkan hanya bersifat standar saja.
Pantaslah jika orang bilang mencari jodoh itu gampang-gampang sulit. Ternyata sekedar membeli notebook saja membutuhkan waktu seharian penuh. Maklumlah, seperti yang saya bilang tadi, semua merk berteriak lantang bahwa mereka nomor satu. Saran saya, jika suatu hari nanti anda hendak membeli perangkat elektronik, entah besok entah lusa, maka jujurlah pada hati dan kantong anda. Jangan membohongi diri jika memang tak mampu, cukuplah membeli yang sesuai kebutuhan.
Demikianlah, hari itu saya bertekad bagaimana dengan bujet yang ada bisa mendapatkan kualitas yang sebenarnya lebih mahal. Kunamakan ini prinsip “best buy”, yaitu dengan biaya seminim mungkin bisa mendapatkan barang sebanyak atau sebagus mungkin. Entah kenapa, ada beberapa orang menyebut prinsip ini dengan sebutan pelit.
Saya membagi merk notebook menjadi dua tipe. Pembagian ini sepenuhnya didasarkan pada harga jual notebook dengan spesifikasi standar (minimal harddisc 250 GB, memory 1GB DDR 2, layar 12 inch, punya DVD RW, webcam, wifi, Bluetooth, LAN dan USB port, dan memory card slot). Tipe pertama adalah tipe mahal, yaitu merk yang mayoritas tipe notebooknya dibandrol diatas 5 jutaan. Termasuk jenis ini adalah merk Fujitsu, Sony, Asus dan Toshiba. Tipe kedua adalah tipe moderat, yaitu merk yang selain memiliki lini produk mahal, tapi juga menyediakan tumpuan harapan para kantong cekak. Termasuk dalam jenis ini adalah merk Acer, HP, Lenovo, Axioo dan Advance.
Saya mencari notebook termurah berdasarkan patokan spesifikasi diatas. Akan lebih mantap lagi jika bisa mendapatkan kualitas diatasnya dengan harga yang sama. Dan memang betul kata orang, kalau sudah rezeki tidak akan lari (asal dicari). Saya akhirnya membeli ACER Aspire 4253 keluaran tahun 2011 dengan spesifikasi sebagai berikut : Processor AMD E350 1,3 GHz, layar 14.0 HD LED LCD, grafis AMD Radeon HD 6310, memory 1 GB DDR 3, Harddisc 500 GB, DVD Super Multi DL Drive, OS Windows 7 Asli dengan harga Rp. 4.050.000, dan ya, warnanya memang coklat. Harusnya aku beli yang warna merah saja. Sekarang, aku mengetik artikel ini bersama si coklat. Si geulis sedang istirahat, besok aku ketemu dia lagi.
SECRETS OF SUPER MEMORY (MENGAKTIFKAN DAYA INGAT TANPA BATAS)
Sesuai janji saya terdahulu, kali ini saya akan membahas buku lain dari Eran Katz yang berjudul “Secrets of Super Memory (Mengaktifkan Daya Ingat Tanpa Batas)”. Buku ini diterbitan Ufuk publishing yang juga menerbitkan buku Eran Katz yang lain yaitu “Jerome Becomes a Genius, Mengungkap Kecerdasan Orang Yahudi”. Buku ini diterbitkan di Indonesia pada tahun 2010 dan memiliki 310 halaman.
Tampaknya buku ini memang ditulis sebagai kelanjutan dari buku “Jerome becomes a genius” (selanjutnya kita sebut saja dengan Jerome), karena banyak kontennya yang didasarkan pada buku tersebut. Dengan melihat sepintas saja, anda bisa langsung tahu bahwa buku ini termasuk pada jenis buku metode pengembangan diri. Sub judulnya yang mencantumkan kata “daya ingat” secara langsung menunjukan bahwa buku ini ditujukan untuk membantu anda meningkatkan daya ingat.
Ketika pertama kali membacanya, saya memiliki ekpektasi bahwa buku ini akan sama bagusnya dengan “Jerome”. Berbeda dengan buku lain yang seolah mendikte, “Jerome” menuntun pembacanya melalui alur cerita. “Jerome” mengisahkan tentang tiga sahabat yang menyelidiki metode kaum yahudi untuk mencapai kecerdasan dan kekayaan. Buku ini menggunakan gaya penulisan novel yang menyisipkan materi-materi cara mengingat dan belajar di sepanjang alur cerita. Tanpa sadar kita sudah “diajari” tanpa perlu merasa didikte. Itulah yang saya harapkan ketika membaca buku “Secret of Super Memory”.
Namun saya harus kecewa karena ekspektasi saya tentang buku ini tidak terjadi. Buku “Secret of Super Memory” melulu membahas metode penguatan daya ingat seperti buku sejenis dipasaran. Besar kemungkinan, buku ini memang ditujukan sebagai panduan teknis yang lebih menekankan pada praktek. Sementara buku “Jerome” lebih bersifat umum yang berisi “langkah-langkah” belajar efektif untuk meningkatkan kecerdasan.
Buku ini terdiri dari 23 bab yang berisi metode untuk membantu pembacanya untuk memiliki ingatan yang baik. Entah mengingat wajah dan nama seseorang (yang tampaknya sering kita lupakan), nomor telepon, tugas, dokumen, pelajaran, bahasa, pidato, atau bahkan janji janji kampanye untuk mereka yang telah menang pemilihan daerah (yang seringkali tiba-tiba menderita amnesia akut). Karena merupakan buku terjemahan, contoh-contoh yang digunakan masih menggunakan bahasa inggris untuk menghindari kerancuan. Secara umum, metode ingatan yang dijelaskan dalam buku ini cukup efektif jika dicoba secara terus menerus.
Satu prinsip dalam membaca buku seperti ini, katakanlah metode mengingat, metode membaca atau metode apapun adalah dengan melakukan apa yang diajarkan bagaimanapun konyolnya menurut anda. Saya buka sedikit tentang buku Secrets of Super Memory ini. Salah satu metode yang diajarkan untuk mengingat janji penting adalah dengan sistem imajinasi. Jika anda punya janji untuk membelikan bunga untuk seseorang, maka penulis meminta anda untuk membayangkan bunga tersebut menggunung di meja kerja anda. aneh bukan? Tapi itulah inti dari belajar, sekonyol apapun metodenya, yang terpenting adalah hasil yang anda dapatkan dari metode tersebut. Bukankah itu intinya? Saya tinggalkan anda dengan kebingungan dan sampai bertemu di tulisan saya berikutnya.
Tampaknya buku ini memang ditulis sebagai kelanjutan dari buku “Jerome becomes a genius” (selanjutnya kita sebut saja dengan Jerome), karena banyak kontennya yang didasarkan pada buku tersebut. Dengan melihat sepintas saja, anda bisa langsung tahu bahwa buku ini termasuk pada jenis buku metode pengembangan diri. Sub judulnya yang mencantumkan kata “daya ingat” secara langsung menunjukan bahwa buku ini ditujukan untuk membantu anda meningkatkan daya ingat.
Ketika pertama kali membacanya, saya memiliki ekpektasi bahwa buku ini akan sama bagusnya dengan “Jerome”. Berbeda dengan buku lain yang seolah mendikte, “Jerome” menuntun pembacanya melalui alur cerita. “Jerome” mengisahkan tentang tiga sahabat yang menyelidiki metode kaum yahudi untuk mencapai kecerdasan dan kekayaan. Buku ini menggunakan gaya penulisan novel yang menyisipkan materi-materi cara mengingat dan belajar di sepanjang alur cerita. Tanpa sadar kita sudah “diajari” tanpa perlu merasa didikte. Itulah yang saya harapkan ketika membaca buku “Secret of Super Memory”.
Namun saya harus kecewa karena ekspektasi saya tentang buku ini tidak terjadi. Buku “Secret of Super Memory” melulu membahas metode penguatan daya ingat seperti buku sejenis dipasaran. Besar kemungkinan, buku ini memang ditujukan sebagai panduan teknis yang lebih menekankan pada praktek. Sementara buku “Jerome” lebih bersifat umum yang berisi “langkah-langkah” belajar efektif untuk meningkatkan kecerdasan.
Buku ini terdiri dari 23 bab yang berisi metode untuk membantu pembacanya untuk memiliki ingatan yang baik. Entah mengingat wajah dan nama seseorang (yang tampaknya sering kita lupakan), nomor telepon, tugas, dokumen, pelajaran, bahasa, pidato, atau bahkan janji janji kampanye untuk mereka yang telah menang pemilihan daerah (yang seringkali tiba-tiba menderita amnesia akut). Karena merupakan buku terjemahan, contoh-contoh yang digunakan masih menggunakan bahasa inggris untuk menghindari kerancuan. Secara umum, metode ingatan yang dijelaskan dalam buku ini cukup efektif jika dicoba secara terus menerus.
Satu prinsip dalam membaca buku seperti ini, katakanlah metode mengingat, metode membaca atau metode apapun adalah dengan melakukan apa yang diajarkan bagaimanapun konyolnya menurut anda. Saya buka sedikit tentang buku Secrets of Super Memory ini. Salah satu metode yang diajarkan untuk mengingat janji penting adalah dengan sistem imajinasi. Jika anda punya janji untuk membelikan bunga untuk seseorang, maka penulis meminta anda untuk membayangkan bunga tersebut menggunung di meja kerja anda. aneh bukan? Tapi itulah inti dari belajar, sekonyol apapun metodenya, yang terpenting adalah hasil yang anda dapatkan dari metode tersebut. Bukankah itu intinya? Saya tinggalkan anda dengan kebingungan dan sampai bertemu di tulisan saya berikutnya.
Jumat, 11 Maret 2011
FILM HOLLYWOOD VERSI SUNDA
ini posting udah lama tapi lucu pisan hahaha, sori ya kalo udah baca kemarin2. hatur nuhun pisan ka kang Bambang Tresna.
a. Saving Private Ryan - Nulungan si Rian
b. Enemy At The Gate - Musuh Ngajedog di Pager
c. Die Hard - Teu Paeh-Paeh
d. Die Hard II - Can Paeh Keneh
e. Die Hard III With A Vengeance - Nya�an euy Hese Pisan Paehna
f. Bad Boys � budag bedegong
g. Rocky - Osok Neunggeulan Batur
h. Rain Man - Lalaki Cicing di Bogor
i. Here�s Something About Marry - Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
j. Mission Impossible - Moal Bisa
k. Titanic - Tilelep
l. Paycheck - Nganjuk Heula
m. Reign of Fire - Beubeuleuman
n. Original Sin - Tara Ka Mesjid
o. Sleepless In Seattle - Cenghar Di Ciateul
p. Silence of The Lambs - Embe Pundung
q. Ghost - Jurig Kasep
r. Bad Boys - Budak Baong
s. Are We There Yet? - Lila Teuing Nepina Euy?
t. Home Alone - Tinggaleun
u. Casablanca - Mengkol Ti Sudirman
v. Gone In Sixty Seconds - Indit Siah Kaditu!
w. The Awakening - Hudang Sare
x. After The Sunset - Tereh Maghrib
a. Saving Private Ryan - Nulungan si Rian
b. Enemy At The Gate - Musuh Ngajedog di Pager
c. Die Hard - Teu Paeh-Paeh
d. Die Hard II - Can Paeh Keneh
e. Die Hard III With A Vengeance - Nya�an euy Hese Pisan Paehna
f. Bad Boys � budag bedegong
g. Rocky - Osok Neunggeulan Batur
h. Rain Man - Lalaki Cicing di Bogor
i. Here�s Something About Marry - Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
j. Mission Impossible - Moal Bisa
k. Titanic - Tilelep
l. Paycheck - Nganjuk Heula
m. Reign of Fire - Beubeuleuman
n. Original Sin - Tara Ka Mesjid
o. Sleepless In Seattle - Cenghar Di Ciateul
p. Silence of The Lambs - Embe Pundung
q. Ghost - Jurig Kasep
r. Bad Boys - Budak Baong
s. Are We There Yet? - Lila Teuing Nepina Euy?
t. Home Alone - Tinggaleun
u. Casablanca - Mengkol Ti Sudirman
v. Gone In Sixty Seconds - Indit Siah Kaditu!
w. The Awakening - Hudang Sare
x. After The Sunset - Tereh Maghrib
Langganan:
Postingan (Atom)





